Monday, October 26, 2009

lesson 1

...New lesson, jangan menggantungkan harapan pada sesuatu yang tidak dapat anda control sepenuhnya, karena anda harus siap-siap kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan...

Saturday, October 24, 2009

After Sometimes

Then after sometimes, I found you again...
Everything had changed...
and I would never found the same...

I should never find you again...
So, I keep remind you as the previous...
But now... I have let you go...
co's I never found you the same...

Tuesday, October 20, 2009

Suatu Hari di Jalur Porong

Kembali pagi ini aku harus melintasi jalur Porong, seperti hari-hari sebelumnya. Meskipun sudah bukan hal baru lagi kalau jalur Porong macet, namun hari ini terasa berbeda, karena macetnya lebih parah, sampai-sampai jalur Mlg-Sby pun digunakan untuk counter flow. Hari ini aku melewati kemacetan dengan sangat enjoy, serasa tanpa beban sedikitpun.

Dalam kemacetan seperti ini, aku bisa mengamati apa yang terjadi di sekelilingku. Ternyata di balik kemacetan ini, ada berkah juga buat sementara orang. Para joki-joki penunjuk jalan alternative, mulai kebagian rejeki, polisi-polisi cepek, pedagang asongan. Walau sementara itu mungkin juga (semoga saja tidak benar) beberapa pengendara tentu tak kurang menggerutu melihat kondisi ini.

Perlahan namun pasti berjalan sangat lambat. Pandanganku terpaku pada beberapa pengemis wanita. Sebagian besar mereka membawa balita. Trenyuh hati ini melihat anak-anak tak berdosa itu, sekecil itu sudah berada dalam lingkungan yang tak seharusnya untuk tumbuh dan berkembang. Mereka tertidur, bermain ditengah bising kendaraan, debu, dan panas. Entah motifasi apa yang ada di benak mereka mengapa harus membawanya ke tempat seperti ini.

Aku jadi teringat anak-anakku yang juga seusia dengan mereka, semakin perih terasa. Tak bisa melakukan sesuatu pun. Andaikan seluruh pengendara yang lewat di jalur Porong ini memberikan sedekah kepada mereka, apakah masalah ini bisa selesai...? Tak terjawab... Lalu siapakah yang bertanggung jawab kepada generasi-generasi muda itu...? Seolah terngiang kembali pelajaran PMP yg pernah aku terima, entah ini ada di UUD atau di mana; "Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.." Bagaimana implementasi dari hal itu... Mengapa mereka masih banyak bertebaran di republik ini... Apa yang menghalangi implementasi dari hal itu..? Tanya tak belum terjawab hingga tak sadar jalur Porong terlewati, hingga aku bisa melaju lebih kencang. Derum mobilku meninggalkan debu-debu pertanyaan yang belum terjawab di jalur Porong pagi itu...

(Dalam perjalanan Surabaya - Pandaan, di tengah kemacetan Porong)

Saturday, October 17, 2009

Duty on weekend

"Weekend kok kerja...?"
"Kejar setoran ya...?"
"Wah bisa cepat kaya dong...?"
"Sakno rek..."


Begitulah beberapa komentar dari beberapa teman, saat aku update FB-ku yang menyatakan weekend ini aku mesti di kantor.
Mengapa sih harus bekerja sampai weekend? Orang kita sudah dijatah waktu kerja 5 hari x 8 jam, apakah masih kurang? atau time management-nya yang tidak bagus?
Bagi beberapa orang working on weekend juga berarti ada extra income. Namun tak sedikit juga yg merasa working on weekend berarti extra cost, extra tenaga, pikiran, karena memang free of charge alias gak dibayar.
Apapun impact-nya dibayar atau gak dibayar, yang jelas working on weekend memang sudah menjadi tuntutan profesi, ya maunya sih normal-normal aja sesuai pagu... Namun kalau memang pekerjaan hanya bisa dilakukan waktu saat process off...?
So, enjoy ajalah... ;) toh tidak setiap minggu... Andaikan setiap minggu? Kayaknya perlu diganti aja tuh hari liburnya.... hehehe....

(sekedar iseng, nungguin vendor set up conveyor kok ya gak selesai-selesai.... ;))))

Thursday, October 15, 2009

Tertinggal

"Dumb!!!"

"Di mana tas kerjaku?" bingung campur gugup.

"Ups! Padahal sebentar lagi harus lead pre-bid tender" keluh sambil melongok ke jok belakang barangkali si tas beserta perkakas kerja terselip di situ. The busy day, hari ini ada meeting pre-bid ja09.00, kemudian review progress jam 11.00, selanjutnya ada beberapa deadline task yg harus diselesaikan, dan semuanya perlu data-data yang tersimpan manis dalam laptop-nya. Dan sekarang seakan tas kerja yang berisi laptop-nya tak berbekas, padahal seakan tadi sebelum berangkat sudah dia masukkan di jok belakang.

Termangu sejenak, mengingat perjalanan hari ini. Sementara alexandre Christie di tangan kirinya perlahan namun pasti beranjak menuju 08.30.

Start, antar Adis ke sekolah... Beli bensin... hm rasanya aku tidak membuka pintu mobil sama sekali. Merenung sambil mengingat-ingat.
Ah, mendesah tidak sabar, call aja ke rumah....
" Halo, Ay... tasnya kok ditinggal" Bunday langsung menjawab dering telponku, seakan sudah tahu apa yang akan aku tanyakan.
Ups.... berputar lagi memori.... "Astaga.... ternyata, tas -nya Adis yang aku masukkan ke mobil...."
Berjalan santai tangan di saku.... "Nyantai juga ya, ke kan tor tanpa menenteng beban...".
Entahlah, dipikir nanti kalau sudah sampai kantor, harus bagaimana presentasi tanpa laptop dan data.

(Sesaat tiba di Parkir Area Delta SKJ Plant... Clingak-clinguk mencari tas kerja yg raib)