| Speeding boat |
| Welcome to Gili Trawangan |
"Cidomo" |
Wow, there is a Mosque in this Gili |
End of journey, back to the reality |
| Speeding boat |
| Welcome to Gili Trawangan |
"Cidomo" |
Wow, there is a Mosque in this Gili |
End of journey, back to the reality |
![]() |
| The line of waves with violet of eastern horizon |
![]() |
| breaking waves as along the coast |
![]() |
| leaved the white sands |
![]() |
| I wrote the sign that I have been here, and let the waves swept out the sign |
![]() |
| Looked at me at the mirror, reflect the beautifulness of nature |





a moment after entrance gate
toward middle 1st picket
2nd Picket
toward Madura Island
Arrived Madura
Everytime I go to Jogja, I never let this view. A beautiful temple, that precisely lied on the side of Main Street Solo-Jogjakarta, exactly at Prambanan village, about 20 km east of Jogjakarta.


Menyusuri jalan satapak menuju makam, kami bertemu dengan gerbang makam yang tampak bergaya Hindu. Masuk gerbang, terdapat masjid di sebelah kiri, ada semacam tugu jam di depan masjid. Beberapa langkah dari area masjid, mulailah berderet anak tangga menuju area pemakaman. Tangga ini cukup lebar dan cukup curam, tak kurang dari 400 anak tangga sampai ke atas. Hm, cukup lumayan membuat jantung terpacu samapai ke atas. Di sebelah kanan tangga tampak terdapat beberapa kelompok makam. 

Jeram-jeram di jalur ini mempunyai nama-nama yang cukup unik, ada yang dinamakan jeram Indosat, jeram Titanik... Entah kenapa dinamakan seperti itu, kamu tidak sempat menanyakan itu.
Beberapa jeram telah terlewati, akhirnya kami sampai di barisan air terjun, cukup menakjubkan, benar-benar keindahan yang sempurna, menyaksikan deretan air terjun yang memanjang di atas lintasan. Perahu karetpun melintas di bawah guyuran air terjun, arus cukup tenang karena mungkin di area ini cukup dalam. Seorang kawan sempat terpelanting jatuh ketika melintas di bawah air terjun tersebut, mungkin terkejut karena tiba-tiba air mengguyur deras. Instruktur dengan sigap meraihnya dan menariknya kembali naik ke atas perahu.
Lepas dari air terjun, sejenak kita berhenti menikamati keindahan panorama, sambil sekalian bergaya... hehehe... kapan lagi ‘narsis mode ON.
Pengarungan dilanjutkan, kali ini kita akan melewati jeram Titanik yang menurut instruktur cukup curam. Kembali teriakan dan pekikan rekan menggema kala melewati jeram itu. Perahu karet terombang ambing, terkadang meluncur deras menghantam tebing sungai, sungguh mengasyikan.
Akhirnya sampailah kita di check point pertama, beberapa rekan-rekan iseng membalik perahu, kontan saja rekan yang tidak menjadi gelagapan tercebur di bawah perahu... hehehe. Di check point sudah menunggu pisang goreng hangat dan wedang jahe.... Wow, cukup nikmat, menghangatkan tubuh yang basah kuyub.
Arus mulai agak melemah ketika kita mendekati titik akhir pengarungan. Selesai..? Ternyata belum, kita diajak lagi melakukan aksi yang cukup memacu adrenalin kita, meloncat bebas dari tebing setinggi kurang lebih 5 meter di atas permukaan sungai... Segera rekan-rekan bergantian merasakan 3 detik melayang, seakan hilang kesadaran, tahu-tahu badan sudah menembus ke dalaman sungai dan muncul di permukaan....
Sampai di check point terakhir... Selesailah pengarungan ini.... Kembali ke base camp.... ;)
ooOOOoo