Showing posts with label ADVENTURE. Show all posts
Showing posts with label ADVENTURE. Show all posts

Sunday, November 14, 2010

Exploring the Exotic Lombok Island (3)

GILI TRAWANGAN
"Gili" has a meaning island.  Lombok has 3 islands nearest, they are Gili Trawangan, Gili Meno, and Gili Air. 
Gili Trawangan is the largest of three islands (Gili Islands), located on the northwest of Lombok. Trawangan is also the only island which has significant height above sea level, with a length of 3 km and 2 km wide, Trawangan population of about 800 inhabitants. Among the three islands, Trawangan has the facilities for tourists of the most diverse.
On this explore, we only had an opportunity to visited Gili Trawangan.

How to achieve this island? People usualy use motorize boat or speed boat.
The interested thing that you can find at this place, there are no motorized vehicles. Common means of transportation are bicycles (rented by local people for the tourists) and "Cidomo", simple horse-drawn carriage which are common as  well in Lombok.

Popular activities conducted in Trawangan tourists are scuba diving, snorkeling (on the northeast coast), kayaking, and surfing. There are also several places where the tourists can learn to ride around the island.

So, let's enjoy this place:

Gili Trawangan & Gili Meno from the sky

Gili Trawangan in a distance

Price List from Lombok Barat Port to Gili
 
Porth Motorize Boat at Lombok

Boat crew who drove into Gili Trawangan

Speeding boat

Welcome to Gili Trawangan


"Cidomo"

Wow, there is a Mosque in this Gili

End of journey, back to the reality

--END--



Exploring the Exotic Lombok Island (2)

DAY 2
Morning Senggigi Beach.
The breaking waves along the coast was creating a rhythm that took me on a different atmosphere.  It combined with a burst of sun rise between the leaves.
I walked, felt the sand and waves searching further and enjoy this morning...

The line of waves with violet of eastern horizon

breaking waves as along the coast

leaved the white sands

I wrote the sign that I have been here, and let the waves swept out the sign

Looked at me at the mirror, reflect the beautifulness of nature

Saturday, November 13, 2010

Exploring the Exotic Lombok Island (1)

DAY 1
Lombok island is located east of Bali and accessible by air, fast boat or public ferry.  Salaparang airport is the first place that you will step on if you acces by air.
Salaparang Airport  
Then Welcome to Lombok

On the way to go to our 1st destination is Hotel...

Senggigi Beach as along the way to the hotel


Views of the Hotel

between palm trees

 the blue swimming pool, sneaking refreshing  

from the lobby...

we can see...

small water garden

and verdant hills

..but you can not bring it into the hotel... ;))))


Saturday, May 22, 2010

Pavilion

Hampir 3 bulan ini saya menjadi penghuni salah satu rumah di Pavilion.  Suatu cluster di kawasan Jababeka 2.  Seluruh rumah di cluster ini disewakan sebagai tempat kost. 

Cukup jeli juga pengembang waktu itu, mengingat kawasan ini adalah daerah industri yang tentu saja akan banyak membutuhkan tempat tinggal bagi para pekerja.

Dengan bangunan yang seragam 2 lantai dengan 10 kamar per rumah, cukup menjanjikan penghasilan yang lumayan bagus bagi pemiliknya.  Rata-rata biaya kost di sini berkisar antara Rp. 850,000.00 -1,200,000.00/kamar.
Buat saya tempat ini cukup bagus, meskipun kamar tidak terlalu besar, tetapi cukup memadai untuk beristirahat.  sebuah tempat tidur ukuran single, meja, almari, kamar mandi, dan air conditioned, melengkapi kamar ini.

Tidak jauh dari cluster pavilion berdiri kawasan pertokoan Roxy/Pacenongan yang penuh dengan sajian kuliner, sehingga penghuni Pavilion tidak sulit memenuhi kebutuhan makan.  Berbagai jenis kuliner tersedia di sana, masakan sunda, padang, berbagai bakso, soto, nasi goreng, lengkap.  Aku tidak khawatir kelaparan di sana.

Hm, sebulan lagi .... selesai di sini.  Andai aku ditugaskan kembali di daerah ini, pastinya Pavilion aka menjadi tempat persinggahanku.

Sunday, April 11, 2010

Semalam di Kraksaan

Sabtu, 10 April 2010; 16.30 kami mulai memasuki Kraksaan, Probolinggo. Sebuah kecamatan yang juga merupakan pusat administrasi Kabupaten Probolinggo. Setelah perjalan yang cukup santai dari Sidoarjo, menyusuri jalur Porong - Pasuruan dan memasuki jalur utama posweg Anyer - Penarukan. Kondisi jalan yang hanya dua jalur, memaksa kami memacu si hijau dalam kecepatan sedang. Apalagi jika ada truk di depan dan arus yang berlawanan arah cukup padat.




Sarana perkotaan sudah cukup lengkap Masjid Agung, Polres Probolinggo, GOR Sasana Krida, Alun-alun Kota, pusat informasi di Gedung Islamic Centre. Di islamic center ini lah besok pagi salah seorang teman akan melakukan resepsi pernikahannya. Karena hal tersebut pula yang membuat kita menjejakkan kaki di Kraksaan ini.


















Check point hotel Srikandi, cukup lumayan untuk semalam saja, terletak agak sedikit keluar dari batas kota Kraksaan. Dengan fasilitas double big bed, TV, AC, & kamar mandi fresh water saja. Cukup merogoh kantong Rp. 150,000.00.
Malam, mencoba menyusuri kuliner di Kraksaan, kami menemukan di sebuah pusat perbelanjaan, yang mungkin satu-satunya yang terbesar di kawasan ini.

Pagi, menjelang udara Kraksaan cukup ramah. Sejenak menikmati udara pagi sambil mencari sarapan pagi. Sepanjang jalan menuju Islamic Center, berjajar rapi tenda-tenda yang menyediakan makanan-makanan khas , seperti Pecel, Lontong Sayur, Nasi Kuning, Ayam bakar, dll.
Jam 11.00 tibalah saat resepsi, Selamat Menempuh Hidup Baru, friend... ;)


Friday, June 26, 2009

ACROSS SURAMADU BRIDGE

START
The sun was climbing up when we prepared to go. That day we would start an adventure to across Madura Island. Something that we had has been planned for a couple weeks before. Surely it’s being inspired of bridge Suramadu opening. The anxious to experience the longest bridge in Indonesia was un-hold able. We have had to go.
Then after passed through the busy traffic as along city side of Surabaya, we reached the main street toward bridge gate at ‘Kedung Cowek. The street looks like nice and clean, maybe caused of after repaired altogether with bridge construction.
SURAMADU BRIDGE
Arrived at entrance gate we have to pay IDR 30.000,00 for small car category. Motorcycle IDR 3.000, - and for truck and trailer IDR 45,000.00. Then we started move quickly on the smooth new highway.
A little bit surprised when we got closely to the middle picket. All cars drive in left side regulated nicely, there was not even one car at fast line in right side, that’s not usual moreover at highway, only my car at right side.
Then, after I arrived at the middle of bridge, I just knew why all cars drive on the left side, because they would to stop at the middle of bridge to take a picture or to enjoy middle section of bridge, felt the wind blows. Ah, I had thought that the driver followed the rule to drive always at the left side. By the way, at last I tempted to follow them parked my car and took some picture, enjoyed the atmosphere of middle bridge.
This bridge has 5.4 km length, spread out above Madura strait. Starting at ‘Kenjeran in Surabaya and ended at Labang Madura. This bridge that opened by President RI, Mr. Susilo Bambang Yudhoyono, fund spends about IDR 4.5 trillion. It’s realy giant project

a moment after entrance gate

toward middle 1st picket

2nd Picket

toward Madura Island

Arrived Madura

Saturday, June 13, 2009

PRAMBANAN TEMPLE

Everytime I go to Jogja, I never let this view. A beautiful temple, that precisely lied on the side of Main Street Solo-Jogjakarta, exactly at Prambanan village, about 20 km east of Jogjakarta.
Prambanan is the most beautiful and biggest Hindu’s temple in Indonesia. There are 3 main temples i.e.: Brahma, Wisnu, and Sywa. Unluckily when we were there, we could not get closer to the temple, because it’s under construction after earthquake of Jogjakarta May 27, 2006
.

Saturday, June 6, 2009

MAKAM IMOGIRI

Djogja pagi ini cukup ramah, mendung menggantung menabir surya. Angin sepoi dari parangtritis segar basah. Keramahan alam membawa menikmati suasana 'never ending asia' . Tanpa terasa berjalan ke selatan, menyusuri jalan-jalan lengang, sampai di kaki bukit Imogiri.

Ternyata di sinilah makam raja-raja Mataram yang cukup termashur itu. Tidak begitu jauh dari kota, sekitar 20 km ke arh tenggara Djogja. Komplek pemakaman ini dibangung pada sekitar tahun 1632 Masehi oleh Sultan Agung, raja Mataram.

Menyusuri jalan satapak menuju makam, kami bertemu dengan gerbang makam yang tampak bergaya Hindu. Masuk gerbang, terdapat masjid di sebelah kiri, ada semacam tugu jam di depan masjid. Beberapa langkah dari area masjid, mulailah berderet anak tangga menuju area pemakaman. Tangga ini cukup lebar dan cukup curam, tak kurang dari 400 anak tangga sampai ke atas. Hm, cukup lumayan membuat jantung terpacu samapai ke atas. Di sebelah kanan tangga tampak terdapat beberapa kelompok makam.

Sampai di puncak tangga, terlihat tiga tangga lagi yang masing-masing menuju komplek makam yang berbeda.Bagian tengah adalah makam Sultan Agung dan Paku Buwono I (PB I).

Tangga sebelah kanan menuju bangunan makam para sultan Kraton Yogyakarta, mulai dari Sultan Hamengku Buwono I, II, III yang disebut Kasuwargan. Disusul di sebelah kanan makam Sultan Hamengku Buwono IV,V, dan VI yang dinamakan Besiaran. Dan paling akhir di sisi paling kanan adalah makam Sultan HB VII, VIII, dan IX yang disebut Saptorenggo.

Kemudian tangga sebelah kiri berturut-turut adalah makam Sultan dari Kraton Surakarta, mulai dari PB III, hingga PB XI.

Sayang kita tidak masuk sampai ke dalam makam. Hm, saatnya menuruni tangga, ternyata cukup tinggi juga ya...

Tuesday, June 2, 2009

ARUNG JERAM (2)

MENYUSURI ARUS DERAS
Sungai Pekalen, ternyata menyimpan banyak legenda masa lalu. Konon kabarnya di sungai inilah Raja Hayam Wuruk sering menghabiskan waktu bercengkerama menikmati keindahan sungai ini.

Sungai yang terbentang diantara 3 kecamatan, Tiris, Maron, dan Gading ini bersumber dari mata air Gunung Lamongan dan Gunung Argopuro. Ada dua bagian sungai ini yang digunakan route rafting, Pekalen Atas dan Pekalen Bawah. Pekalen atas mempunyai grade tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari Pekalen bawah, yaitu antara grade 3 dan 4, sedangkan pekalen bawah mempunyai grade 2. Selain itu Pekalen atas juga mempunyai pemandangan yang lebih exotis dengan tebing-tebing curam dan barisan air terjun, tak kalah menarik, di dinding-dinding tebing-tebing itu, bersarang ribuan kelelawar.

Ah, akhirnya sampailah kita di tempat start, konon kabarnya, Mahapatih Gajah Mada sering mandi di tempat ini.

Kami segera membagi diri dalam 3 perahu karet, masing-masing perahu di pandu oleh seorang instructure. Go.... segera perahu karet meluncur menyusuri air yang menggelegak, berkelok, dan menggelegak menuruni jeram dan bantuan. Sejenak ada rasa ngeri juga merasakan perahu karet terombang-ambing diantara bebatuan bahkan terkadang kami juga terlempar atau terjatuh di atas perahu saat perahu menuruni jeram yang cukum curam. Namun perlahan, setelah kita menyesuaikan diri dengan kondisi perahu yg terus bergoyang, rasa ngeri itupun berubah menjadi sensasi yang mengasikkkan. Apalagi jika berhasil melalui jeram yang cukup curam.


Jeram-jeram di jalur ini mempunyai nama-nama yang cukup unik, ada yang dinamakan jeram Indosat, jeram Titanik... Entah kenapa dinamakan seperti itu, kamu tidak sempat menanyakan itu.

Beberapa jeram telah terlewati, akhirnya kami sampai di barisan air terjun, cukup menakjubkan, benar-benar keindahan yang sempurna, menyaksikan deretan air terjun yang memanjang di atas lintasan. Perahu karetpun melintas di bawah guyuran air terjun, arus cukup tenang karena mungkin di area ini cukup dalam. Seorang kawan sempat terpelanting jatuh ketika melintas di bawah air terjun tersebut, mungkin terkejut karena tiba-tiba air mengguyur deras. Instruktur dengan sigap meraihnya dan menariknya kembali naik ke atas perahu.

Lepas dari air terjun, sejenak kita berhenti menikamati keindahan panorama, sambil sekalian bergaya... hehehe... kapan lagi ‘narsis mode ON.

Pengarungan dilanjutkan, kali ini kita akan melewati jeram Titanik yang menurut instruktur cukup curam. Kembali teriakan dan pekikan rekan menggema kala melewati jeram itu. Perahu karet terombang ambing, terkadang meluncur deras menghantam tebing sungai, sungguh mengasyikan.
Akhirnya sampailah kita di check point pertama, beberapa rekan-rekan iseng membalik perahu, kontan saja rekan yang tidak menjadi gelagapan tercebur di bawah perahu... hehehe. Di check point sudah menunggu pisang goreng hangat dan wedang jahe.... Wow, cukup nikmat, menghangatkan tubuh yang basah kuyub.

Arus mulai agak melemah ketika kita mendekati titik akhir pengarungan. Selesai..? Ternyata belum, kita diajak lagi melakukan aksi yang cukup memacu adrenalin kita, meloncat bebas dari tebing setinggi kurang lebih 5 meter di atas permukaan sungai... Segera rekan-rekan bergantian merasakan 3 detik melayang, seakan hilang kesadaran, tahu-tahu badan sudah menembus ke dalaman sungai dan muncul di permukaan....

Sampai di check point terakhir... Selesailah pengarungan ini.... Kembali ke base camp.... ;)

ooOOOoo