Showing posts with label Everything About Football. Show all posts
Showing posts with label Everything About Football. Show all posts

Saturday, January 8, 2011

ISL atau LPI



Akhirnya, meski ditentang keras oleh PSSI, akhirnya toh LPI (Liga Premier Indonesia), bergulir juga.  Sebagai penikmat bola keberadaan ISL (Indonesia Super League) maupun IPL justru memberikan pilihan dan alternatif tontonan.  Sekaligus bisa membandingkan mana yang terbaik dari kedua kompetisi tersebut.

Dari sudut pandang saya, lahirnya IPL justru bisa dijadikan mitra oleh PSSI, untuk bersama-sama membangun dunia persepak bolaan di tanah. Nah, mulai sekarang kita bisa melihat dan membandingkan kompetisi mana yang lebih baik, ISL atau LPI kah?

Thursday, December 30, 2010

(AFF CUP) --Usai--

Usai sudah gelaran piala AFF, mencapai klimaks dengan hasil Indonesia GAGAL LAGI meraih yang TERBAIK.  Tetangga kita dengan low profile dan elegant melenggang memboyong Piala AFF sebagai Jawara terbaik se Asia Tenggara.

Demikianlah, Indonesia mesti sabar dan mencoba lagi tahun depan.  Memang sesuangguh SANG JUARA tidak dilahirkan dengan cara instant, naturalisasi.  SANG JUARA tidak pula dihasilkan dari hasil statistik sesasaat, tidak pula dihasilkan dari opini dan pendapat dari komentator atau pula politikus yang tiba-tiba 'gila' bola.

SANG JUARA lahir dari proses yang panjang, pembinaan yang berkesinambungan, kompetisi yang sehat, pembinaan mental juara yang baik.  Akhirnya... saatnya membumi... merangkak kembali dari bawah, menata lagi langkah demi langkah untu menjadi SANG JUARA.

Tuesday, December 28, 2010

(AFF Cup) --Menyongsong Decision Day 29th/12/2010--

Team Nas Indonesia bakalan menjalani laga leg ke-2 final piala AFF, 29/12/2010.  Dengan agregat sementara 0-3, ini bukan pekerjaan yang mudah bagi team Nas untuk membalik keadaan, meskipun di laga penyisihan grup Indonesia berhasil mengalahkan 5-1. 

Bagi Malaysia yang sedang di atas angin, pasti akan memperkuat pertahanan sambil sesekali melakukan serangan balik jika ada kesempatan.  Mungkinkah? Team Nas bisa menciptakan minimal 3 gol ?  Ada kemungkinan tapi kecil.  Team Nas akan menghadapi tekanan yang berlipat-lipat. Pertama dari beban harus membuat 3 gol, kedua dukungan dari suporter yang mungkin bisa menjadi bumerang menjadi beban.

So what?  Mental bermain yang harus dibenahi, bermain seperti biasa, enjoy the game.  Bermain sebaik mungkin, kejar kemanapun bola bergulir, tidak memberi kesempatan lawan memainkan bola.  Bila itu bisa dilakukan, gol akan datang dengan sendiri-nya.  Good Luck Team Nas, Selamat Berjuang... Kalah atau Menang... I stand by you....

Monday, December 27, 2010

(AFF Cup) --Garuda Terjerembab--

Menyaksikan laga final 1 piala AFF, sungguh ironis sekali.  Team Indonesia yang pada pertemuan pertama begitu perkasa melumat Malaysia 5-1, kini harus menyerah 0-3.  Ada yang salah?

Tentu saja, ada yang tidak beres. Dalam kacamata awam saya.  Baik saat team nas mengalahkan Malaysia maupun saat dikalahkan, pada awal sebelum terjadinya gol, kedua team bermain imbang sama kuat.  Kalau boleh jujur, team Malaysia lebih mempunyai ketenangan di banding team kita.  Apa yang menjadi titik balik dari kondisi itu.  Nyaris sama, yaitu human error.  Malaysia, hancur setelah gol balasan Indonesia yang dihasilkan oleh gol bunuh diri pemain belakangnya.  Pun Indonesia, terjerambab setelah pemain belakangnya melakukan kesalahan dengan tidak segera membuang bola pada saat kritis.

So, ini secara psikologis menjadi beban lebih daripada gol yang tercipta karena gol itu adalah hasil permainan lawan yang sangat bagus, sehingga sulit sekali dihindari.  Juga terpecahnya konsetrasi pemain Indonesia karena harus memprotes faktor non-teknis (gangguan laser).  Itu semua berandil dalam melemahkan mental bertanding seluruh team.

Sayang sekali, teknis sebaik apapun tanpa mental yang kuat akan tidak berarti, so please teamnas, secara teknis tidak ada kalah dengan Malaysia.  Yakinkan kita mampu, tidak berpikir tentang kemenangan. Berpikirlah bermain sebaik-baiknya dan bikin gol sebanyak-banyaknya.  Otomatis kemenangan akan kita raih.   Terbanglah lagi Garudaku.   Oh ya, pakai jerzy merah lebih keren.

Monday, August 2, 2010

Drama Komedi Piala Indonesia

Sungguh terganggu dan tidak habis pikir, menyaksikan final piala Indonesia 2010.  Hasrat dan rasa penasaran yang memuncak perlahan meluruh, seiring tidak segera dimulai-nya pertandingan babak ke 2.  Kesal, juga diiringi tanda tanya besar ada apa?  Pertandingan babak pertama begitu seru, meski diiringi gesekan dan protes pemain, hal biasa.  Penonton mendukung dengan tertib, so what?.

Di layar kaca terlihat seorang petinggi kepolisian setempat berjalan hilir mudik...  Apalagi???  Penyiar dan komentator rasanya juga tidak cukup memberikan informasi lebih jelas....  Semakin parah rasa penasaran ini.  Simpang siur... Huh.. apalagi... kedua pelatih kok seakan dibriefing... Wasit mau diganti... Juara kembar ... apalah... heran... Ini benar-benar ajaib... Bagaimana bisa... Suporter yang kecewapun tidak berusaha menghentikan pertandingan...

Huft... inilah wajah persepakbolaan negeri tercinta ini... Melihat ini, rasanya bermimpi untuk menjadi tuan rumah piala duniapun kita tak berhak ... belum layak.  Bagaimana menghadapi atau menjaga keamanan para suporter dari berbagai negara kalau menjaga suporter lokal saja sudah ada kekhawatiran yang berlebihan seperti itu.  Harus kan sportivitas dikorbankan demi menjaga supaya tidak ada keributan yang baru dugaan? Bagaimana nanti menyambut para hooligan, wuah tidak terbayang....

Kita semua belajar, saya belajar, jika tidak mulai dari sekarang belajar menyadari, di atas lapangan wasit tak terbantahkan.  Biarkan semua terjadi di lapangan, toh juga jika memang wasit terbukti bersalah akan ada komisi wasit yang akan memberikan sangsi.  Tapi biarkan dia menyelesaikan memimpin pertandingan, tanpa tekanan, tanpa intervensi.  Dan semua musti belajar menahan diri, sesungguh itulah bagian dari permainan.  

Kapan kita boleh  bermimpi menjadi taun rumah world cup? Kita semua berperan menentukan...  Jadi mari kita mulai tidur... dan membayangkan bermimpi, memimpikan tuan rumah world cup.

Monday, June 14, 2010

Where is Our Football Team? (1)

Hingar bingar World Cup 2010 Afsel telah merambah ke segenap pelosok negeri.  Bagai virus yang mewabah menyapu sendi-sendi aktivitas masyarakat, terutama para penggila bola.  Bahkan juga yang pada awalnya awam masalah bola akhirnya 'terjerumus' tiba-tiba dengan fasihnya membahas masalah bola.

32 team dari 32 negara terlibat di dalamnya persaingan sengit merebut supremasi tertinggi di jagat sepak bola dunia.  Dimanakah our country?

Tidak mau kalah, ternyata sambutan di our country juga tak kalah meriah, di setiap cafe & resto tak kalah sibuknya menggelar nobar (nonton bareng).  Malah ada yang menggelar pawai menyambut event world cup.  Jadi merinding sambil membayangkan, apa jadinya jika our own team, terlibat di sana?  Pastilah bakal banyak biro-biro perjalanan yang akan mengkoordinir our  suporter ber tret-tret-tretet ke sana.  Kapan yah...? huft...

Kenyataannya, our team masih terpuruk, tertatih-tatih masih bermimpi menjadi raja di Asia Tenggara, mahkota yang terlepas sejak dekade 90 an.  Lha kapan untuk jadi Raja Asia? atau at least sebagai peserta world cup?

Ada yang salah? huh, emang bakal ada yang mau di salahkan atau mengaku salah?  Sering kita mendengar ungkapan klise, "Masak dari 200 juta penduduk our country, tidak ada 11 orang saja yang sekelas Lionel Messi atau Ronaldo?"

Rasanya juga tidak kurang-kurang our Football organization berusaha mencetak team yang handal.  Ada project Garuda I & II, Primavera, terakhir mengirim team U23 di training camp Uruguay.  Hasilnya? menyedihkan... Jangan ditanya lah, perih hati ini menjawabnya.

Big Big question, mengapa bisa menjadi begini?  Apakah hal tersebut merupakan buah ketidak sabaran kita, atau kepanikan kita melihat prestasi kita yang malah tidak maju-maju? 

(tobe continued)

Sunday, May 30, 2010

Pembuktian Arema

Pertandingan terakhir kompetisi ISL 2010 antara Arema Indonesia vs Persija Jakarta, seakan menjadi ajang pembuktian bagi Arema Indonesia bahwa mereka layak menjadi juara musim ini.  Arema sendiri sudah mengunci gelar pada pertandingan sebelumnya melawan PSPS. Bagi Persija sendiri, pertandingan ini cukup penting karena merupakan penentuan peringkat ke 3 jika menang. 
Arema tampil cukup elegant mengawali pertandingan, meskipun inisiatif penyerangan banyak dilakukan oleh Persija.  Sesekali melakukan serangan balik Arema justru mendapat peluang yang membuahkan gol pada menit 8 melalui tendangan bebas Steven Guilen, 1-0.

Kebobolan di awal babak pertama, semakin memacu Persija melakukan penekanan.  Beberapa kali peluang Persija berhasil dipatahkan oleh Pemain-pemain Arema.  Adalah Abanda Herman setidaknya 2 kali sundulannya nyaris berbuah gol.

Petaka buat Persija ketika wasit menyatakan Abanda Herman melakukan handball di kotak terlarang.  Protes yang terlalu berlebihan dari Abanda Herman berbuah kartu merah.  Penalti pun dengan mudah dijalankan oleh Piere Njangka, 2-0 untuk Arema.  Score bertahan hingga turun minum.

Babak ke 2 sempat tertunda beberapa saat karena penonton mulai memenuhi setlle ban pembatas lapangan, baru berjalan setelah mendapat jaminan dari pihak keamanan.

Memasuki babak ke 2, kendati hanya bermain 10 orang, Persija tidak mengendorkan serangan.  Hingga berhasil memperkecil ketinggalan melalui sontekan manis Bambang Pamungkas.

Terlalu bersemangat menyerang justru Persija kembali kebobolan melalui penyerang M Noh Alamsyah dan Chamleo Roman, 5-1 untuk Arema.

Wednesday, May 26, 2010

AREMA INDONESIA THE CHAMPION ISL 2010

Melalui pertandingan yang cukup menegangkan, akhirnya AREMA INDONESIA berhasil menasbihkan diri sebagai yang terbaik di ajang ISL 2010.  Hasil tersebut dicapai setelah menahan imbang tuan rumah PSPS 1-1.  

SELAMAT UNTUK AREMA INDONESIA, AREMANI/NITA, WARGA MALANG RAYA, DAN SELURUH PENCINTA AREMA INDONESIA DI MANAPUN BERADA.......

-SALAM SATU JIWA-

Saturday, December 19, 2009

Hasil Imbang Arema masih di Puncak

Malang,19-12-2009
Bertanding tanpa penonton, mempengaruhi ritme permaina Arema, ditambah lagi beberapa pemain kunci tidak bisa bertanding atau sedang di rotasi oleh pelatih Rene Albert.

Minim sekali tendangan-tendangan yang mengarah ke gawang Persib, kalaupun ada tidak begitu membahayakan gawang Sinthaweechai Hathairattanakool yang bermain cukup gemilang.

Masuknya M Ridwan, tidak juga bisa merubah keadaan, serangan-serangan Arema masih kurang menggigit. Kendatipun Persib hanya bermain dengan 10 pemain, menyusul kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Hilton Moreira menit 86, keadaan tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

PR untuk team Arema, untuk pertandingan-pertandingan yang akan datang agar tampil lebih agresif. Kebijakan rotasi pemain patut diacungi jempol, mengingat perjalanan kompetisi yang masih panjang, yang pasti akan menguras tenaga, sehingga diperlukan starting team dan bench yang tidak berbeda kemampuannya. Go ... Arema... Go... (asheva).

Saturday, December 12, 2009

Matchday-9 AREMA kukuh di puncak klasemen

12 Dec. 09
Hasil pertandingan sore ini, semakin mengukuhkan Arema Indonesia di puncak klasemen. Selain itu Arema juga menjadi satu-satunya team yang belum terkalahkan hingga matchday ke 9. Hasil tersebut diperoleh setelah mengalahkan tuan rumah Persijap 0-1. Gol semata wayang Arema dicetak oleh Nooh Alam shah, legiun asing dari Singapura melalui titik putih, menyusul hands ball yang dilakukan pemain belakang Persijap. (asheva)