Showing posts with label REFLECTION. Show all posts
Showing posts with label REFLECTION. Show all posts

Tuesday, December 7, 2010

The Masacre

to sustain life
at the sacrifice of other parties
others has to be defeated
for the others to stay alive

there lived the rest of life...
maintaining the life of another...
Can life continue without sacrificing the life of another?
what if there are other creatures that depend on our lives?
and our bodies which are located on the dishes?
Scattered Bones

Lying Skull

Scattered Pieces of Flesh Meat

The Masacre Field

Wednesday, November 24, 2010

Mari Turun ke Bawah

...Beberapa tahun terakhir ini, begitu sering terdengar berita kisruh saat pembagian sedekah atau sesuatu yang sifatnya gratis.  Bahkan tak ada kekacauan tersebut yang sampai menimbulkan korban jiwa.  Terakhir, kekacauan pula yang terjadi pada pembagian daging qurban di masjid istiqlal jakarta.

Hm, ternyata kaum duafa di negeri ini masih begitu banyak... atau makin bertambah banyak...?
Padahal juga orang kaya di negeri ini yang wajib dan seharusnya berqurban juga bertambah banyak... Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena duluuuu... Juga jarang terdengar ada kekisruhan saat pembagian sedekah semacam itu.

Atau, sudah menurunnya nilai-nilai kesabaran & toleransi... meningkatnya kekhawatiran... Sehingga para penerima sedekah itu sudah tidak bisa lagi tertib antri... sehingga saling berebut yang pada akhirnya jatuhlah korban...  Para manula yang kalah bersaing hingga harus pulang dengan tangan hampa, meski sudah menunggu ber-jam-jam... hm...

Mesti harus ada yang berubah....
Tidakkah sebaiknya tidak ada lagi pemberian semacam itu....
Tapi pembagian... panitia membagikan dari rumah ke rumah, dari penampungan ke penampunagan, dari panti ke panti...
Bukan itu menjadi lebih terhormat bagi penerima maupun pemberi... ada kesetaraan di situ....
dan tak akan ada lagi... kekacauan, saling berebut.... Tak akan ada lagi jatuh korban...

Monday, November 15, 2010

Adakah Suatu Kebetulan?

Kawan, mungkin kita pernah mengalami apa yang biasa disebut orang, suatu kebetulan…  Suatu kejadian yang sama sekali tidak kita perkirakan akan terjadi, namun terjadi.  Ada kalanya juga bahkan kita tidak pernah memikirkan hal tersebut, namun terjadi di luar angan kita.  Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Kita tidak pernah menyangka apa yang terjadi di depan kita…
Suatu saat kita ingin sekali bertemu dengan seseorang, hingga keinginan tersebut mengendap di bawah alam sadar kita, terbawa kemana pun kita berada. Tetapi entah karena berbagai sebab kita tidak bisa melakukan pertemuan itu. Mungkinkah keinginan terpendam tersebut berubah menjadi semacam gelombang electromagnetis yang memancar dan berpendar. Semakin kuat keinginan itu, semakin kuat pula pancaran gelombang dan semakin jauh radius jangkauannya. Sehingga tanpa di sadari gelombang tersebut mencapai titik di mana seseorang yang kita inginkan bertemu berada.

Pertemuan sinyal tersebut merasuk ke dalam benaknya, memasuki ruang bawah sadar. Menciptakan daya tarik menarik. Keduanya kemudian bergerak dalam ritme yang sama, dalam jarak yang tetap. Hingga akhirnya kekuatan tarik-menarik menjadi semakin kuat, dan jarak semakin mendekat. Ada kalanya apa yang mereka lakukan menjadi seiring, seirama. Benarkah?

Semesta bagaikan lautan, di mana jika pada suatu sisi bergejolak, maka gejolak itu akan diteruskan ke sisi yang lain. Sejauh mana gejolak itu merambat, tentu bergantung pada besar kecilnya kekuatan gejolak tersebut.  Bisakah hal ini disamakan dengan alam semesta ini?  Daya pikir merupakan suatu bentuk energi, dimana jika sedang bekerja akan terpancar sebuah gelombang energi yang merambat persis seperti jika kita melempar batu pada air yang tenang.  Air akan memendar membentuk gelombang yang terpancar melingkar dalam radius yang semakin besar tergantung dari kekuatan gelombang tersebut.

Nah, begitulah jadi apakah segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak terjadi begitu saja? Tapi merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain???

Sunday, September 5, 2010

Idea.......

..Pagi ini seperti biasanya, ke tempat kerja.  Memasuki gerbang tol, seperti biasa, ngantri.  Begitu sering ini terjadi, anehnya, dari 5 pintu toll yang ada hanya dibuka 2 gate.  Padahal antrian begitu panjang. 
Mengapa tidak dibuka semua?
Apakah karyawan yang seharusnya berjaga belum datang? atau memang sengaja untuk efisiensi sehingga 2 pintu gate saja yang dibuka?  Entahlah... Kurang memahami bagaimana pengaturannya.
Jadi mikir, mengapa tidak dibuka saja semua gate.  Jika tidak ada karyawan, ya biar saja kosong, toh gate ini hanya sekedar mengambil kartu parkir.  Cukup disediakan kartu parkir di tiap gate dan tulisan besar "HARAP MENGAMBIL KARTU TOL" atau jika takut nanti ada driver yang nakal yang mengambil semua kartu, kan bisa ditaruh semacam mesin yang akan mengeluarkan 1 kartu begitu sensor mendeteksi ada mobil yang melintas... Aman deh, semua gate bisa dimaksimalkan pemakaiannya.  Masak gate yg dibangun dengan biaya mahal hanya tertutup begitu saja.  Sayangkan... ;)

Friday, May 21, 2010

Ikhlas...Ikhlas...Ikhlas...

Malam mulai turun seiring gerimis membasah tanah, basah...
Langkahku lemah... kaku...  Sisa-sisa asam laktat bekas bermain basket 2 hari yang lalu belum juga sirna... Hidung bekas benturan dengan "empuknya" lapangan basket masih terasa menebal...  Entah ada cidera apa di dalam sana, meski surat pengantar rongten sudah di tangan, rasanya waktu begitu sempit untuk menyempatkan diri ke lab.

Satu minggu terakhir, menjadi minggu yang cukup berat.  Saat testing-commissioning mesin yang baru selesai terinstall.  Hasilnya belum cukup memenuhi syarat yang ada.  Hingga berkali-kali harus dilakukan perbaikan dan pembenahan.

Waktu pulang pun menjadi tersita.  Mungkin weekend ini bakal gagal pulang.  Hingga hari minggu masih ada jadual test.  Rasanya sudah "down".  Namun aku selalu ingat dari buku yang sedang aku baca "Negeri 5 Menara".  Ada satu kalimat sakti di sana 'man jadda wa jadda" siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.  Perlahan semangat timbul kembali.  Apalagi jika aku menggumamkan kata ikhlas, lelah dan suntuk jadi hilang.

Biarlah minggu ini tidak bisa pulang, semoga sampai hari Minggu ada hasil yang menggembirakan kami semua. Amin........

Saturday, December 12, 2009

Negeri Menangis

Adalah suatu negeri elok, gemah ripah loh jinawi. Menghijau subur, ibaratnya tongkat ditancapkan tumbuh menjadi tanaman. Begitu indah negeri ini sehingga menjadi negeri idaman setiap manusia, bangsa untuk turut menikmati, mencumbui, bahkan mengeruk segala kekayaan yang ada.
Demikianlah negeri elok itu mulai menuai derita berkepanjangan, dia sendiri tak bisa merasakan kenikmatan sebagai negeri yang elok permai. Terpenjara dan terjajah. Bergelimang derita, 350 tahun dalam dekapan angkara kolonialis. Berharap putra-putri negeri ini mampu membebaskan ibu negeri dari genggaman angkara.
350 tahun berlalu dalam kesedihan dan kepedihan, tak membuat negeri ini hilang pesonanya. Kembali air mata jelita tertumpah kala sang elok diperebutkan kembali, sang saudara tua, menancapkan kuku-kuku penghisap darahnya menggoreskan lara, negeri elok ini kembali menangis, air mata berlinang menganak sungai. Memanggil kembali putra-putri penjaga negeri melepaskan belenggu penjajahan.
3.5 tahun dalam pilu, akhirnya putra sang fajar memberikan secercah harapan. Berhenti sudah air mata sang elok, menyaksikan putra-putri negeri mulai terbebas, berdiri di atas tumpuan kaki-kaki sendiri.
Kebebasan sang negeri, membuka mata para putra-putri negeri, betapa elok jelita negeri ini. Kecantikan tak lekang meski tenggelam dalam lumpur penjajahan 3.5 abad lebih. Mulailah sebagaian putra-putri negeri mengeksploitasi sang ibu negeri, menguasai untuk diri sendiri. Menyisakan sebagaian besar putra negeri lain tertinggal, tertimbun dalam penjajahan baru.
Sakit hati, cucuran air mata dikuasai bangsa lain, tidak lah sesakit dikuasai dan dikhianati putra-putri bangsa sendiri.
Negeri elok ini mulai menangis lagi, hilang harapan, kepada siapa lagi dia berharap jika putra-putri negeri ini pun mulai berlaku lebih dari seorang kolonialis....? Negeri elok ini menangis berderai-derai air matanya...menyaksikan pengkhianatan, korupsi, dan keadilan yang terjerembab...
Negeri menangis... salahkah dia tercpta penuh keindahan, keelokan dan kekayaan...???

Friday, November 27, 2009

Ied Mubarak

Allohu Akbar...Allohu Akbar...Allohu Akbar...
Fajar menyingsing di hari Iedul Adha...
Bergegas mempersiapkan diri berangkat sholat ied...
Demikian tahun demi tahun ...
Kembali melayang saat-saat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail...
Tak terbayangkan adakah ujian seberat itu di masa kini...
Yang selanjutnya menjadi tuntunan bagi umat muslim se-dunia, menyelenggarakan ibadah qurban, kambing, sapi, atau unta... Ujian keihklasan kita untuk berbagi dengan mereka yang tidak bisa menikmatinya setiap saat.

Deretan mobil yang terparkir sudah mengular ketika kami tiba, meski waktu masih menunjukkan 05.30. Deretan shaft tertata rapi sudah penuh setengahnya.
Tenggelam dalam ied ku...
Hingga khotbah, mengakhiri ritual Idul adha...


Bergegas pulang, meninggalkan berlembar koran, yang mungkin menjadi limpahan rejeki bagi para pemulung.




Monday, October 26, 2009

lesson 1

...New lesson, jangan menggantungkan harapan pada sesuatu yang tidak dapat anda control sepenuhnya, karena anda harus siap-siap kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan...

Tuesday, September 15, 2009

Time

Thus...
Time has been changed...
Who could hold the time which goes surely...
Unreliable...

Sheet by sheet of calendar change...
Till we need the new one..
If it done...
We just realize...if...There's not enough time...and so much left undone...Sometime people say"that there will be tomorrow..."but...I think it just excuse...Co's we never change the time has past...
Don't let the time leave you in regret...

Friday, August 21, 2009

Marhaban Ramadhan

...Alhamdulillah, Engkau pertemukan kembali aku dengan Ramadhan-Mu ya Alloh... Rob semesta alam...
...Ijinkan hamba bersimpuh kembali di hadapan-Mu, menyesali segala alpha dan salah...
...Kembalikan hamba kepada fitrah, sebagai hamba-Mu...
...Berbulan sudah sehabis Ramadhan yang tahun lalu, hamba semakin jauh dan menjauh...
...Kini hamba kembali, semoga masih ada waktu...
...Ijinkan hamba... amin...
"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR BATIN"

Thursday, May 28, 2009

Pola

...World... ternyata tidak otomatis terjadi begitu saja. Semuanya melalui suatu proses, kait-mengkait, jalin menjalin, hingga terjadi seperti apa yang kita lihat sekarang.



...Sama, apa yang kita alami saat ini, adalah juga merupakan buah tangan kita di waktu lampau. Adakalanya kita termenung, ketika baru saja mengalami suatu peristiwa, entah itu sedih atau gembira. "Andai saya tidak berangkat, tentu tidak akan mengalami hal ini...". Benarkah...? Tetapi mungkin saat kita memilih untuk berangkat, kita juga tidak tahu akibatnya akan seperti itu. Selalu ada benang merah yang bertaut, antara peristiwa kini dengan peristiwa yang telah lalu.



...Begitulah, kita berjalan, menjalani kehidupan, seolah sudah ada pola yang kita ikuti, andaikan kita memaksakan suatu pola yg kita inginkan namun sebenarnya itu bukan pola kita, selalu ada saja penghalangnya, begitu juga sebaliknya. Andai suatu pola kehidupan memang sudah menjadi garis hidup kita, pasti selalu ada saja sesuatu yang menarik kita ke arah itu.



0ooo0