Showing posts with label ANTARA KITA. Show all posts
Showing posts with label ANTARA KITA. Show all posts

Friday, December 17, 2010

MY TELETUBIS BIRTHDAY

Pada suatu hari, Lala dan Po sedang menunggu kue ulang tahun

Di mana kue ulang tahunnya ya...?

Po, menunggu sampai capai deee... Hari ini Po genap berusia 1 tahun.

Lala, menghibur Po, "Sabar ya Po, sebentar lagi, kue ulang tahunnya pasti datang."

"Horee...horeee.."  Akhirnya, kue ulang tahunnya datang juga....
--SELAMAT ULANG TAHUN, PO--
13/05/06 - 13/05/07

Saturday, June 19, 2010

when 2 boys leaved at home

Sabtu pagi, geliat kehidupan mulai terasa. bunda dah sibuk mempersiapkan untuk keperluan Adis ke sekolah.  Adis malah sibuk mematut-matut baju pentasnya.  Hari ini adalah perpisahan kelas-nya.  Setelah liburan panjang nanti Adis sudah naik ke TK B, sementara Hafiz baru mulai masuk TK A.  huft... tak terasa anak-anak mualai sekolah.
Abis sholat subuh, kembali 'melungker' menemani de' Hafiz berkelana di Pulau Kapuk...  Untunglah, setelah kemarin pulang larut sehabis menengok Bapak yang sedng opname di Malang.  Bunda kasih dispensasi boleh gak ikut datang ke pesta perpisahannya Adis.  Jadi kebagian jaga rumah ama ngurus de Hafiz selama mereka berdua pergi.  Wah, tampaknya Adis sudah tak sabar tuh pengen segera tampil di pentas.  Sebetulnya pengen melihat juga, tapi kok capai ya, mana nanti sore juga musti ke Malang lagi.  Hm, Adis cukup mengerti kenapa ayahnya gak bisa hadir.
Akhirnya, tepat jam 07.00 mereka pun berangkat.  Kami berdua melepas mereka dengan senyum-senyum penuh arti.  De Hafiz segera ribut pengen main sepeda.  Dan akupun segera tenggelam sibuk dengan kolam koi.  Masih terngiang Bunda berpesan, De' Hafiz segera dimandiin, kemudian dibuatkan sarapan. "Ah ntar dulu ah, toh anaknya juga lagi asyik puter-puter bersepeda di halaman rumah.
"Ayah, perutku lapar" tiba-tiba de Haf, di tengah keasyikanku.
"Astaga! Iya... Dah jam berapa ya...?"  Aku baru tersadar kalau matahari dah mulai beranjak tinggi.
"Hayuk, tapi mandi dulu ya!" bujukku. Untung anak ini cukup mengerti.  Segera de Haf, mandi.  Sementara aku malah sibuk pindah-pindah channel Indovision.  Sudah beberapa bulan terakhir ini, anak 4 tahun itu sudah tahu apa yang harus dilakukan kalau mandi.
"Ayah, sudah!" segera aku ambilkan handuk, membungkus badan basahnya.  Hm, kadang aku kagum juga sama anak-anakku.  Dia sudah bisa memilih dan mengambil baju gantinya. 
"Ada positif-nya juga ya, membiarkan anak-anak mulai belajar mengurus dirinya sendiri" batinku.
"Hehehe... sebetulanya agak malas aja sih." aku tertawa dalam hati.
"Hafiz makan pakai soto ya?" aku ingat ada soto sisa semalam.
Tapi rupanya anak ini tidak mau, malah minta chicken nugget.
"Wah, jadi mesti goreng dulu nih"
"Hm, mana ya? Ups ini kebetulan dah ada wajan dengan sisa minyak goreng kemarin".
Aku menyalakan kompor dan menaruh wajan di atasnya. Sambil menunggu minyak panas, aku melanjutkan baca koran.   Hafiz menonton TV, anak 4 tahun itu sudah terampil memilih acara kartun kegemarannya.
Sejurus kemudian, aku mencium seperti ada sesuatu yang terbakar.  De Hafiz rupanya juga merasakan hal yang sama tetapi entah mungkin dia tidak tahu mau berkata apa.
"Astaga!!!" Aku terpekik tertahan teringat aku meninggalkan wajan sudah lama.  Terbang semangatku berlari menuju dapur.  Api sudah membesar menyala membakar winyak goreng dalam wajan.  Setengah panik aku ambil wajan, dan aku lempar keluar melewati jendela.  Mengerikan, api naik membesar mengikuti minyak yang tumpah di luar.  Aku semakin panik, berlari keluar menuju kran tempat menyiram tanaman.  Aku semprot sejadi-jadinya.
"Huft...", lega akhirnya padam. Tangan dan kakiku masih gemetaran membayangkan yang baru saja terjadi.
De Hafiz masih bengong sambil menyeletuk.
"Hii... ayah ceroboh sih! Jadi terbakar deh"  Aku tersenyum kecut mendengar komentar polos dan jujur anakku.
"Huh, never again!"

Tuesday, March 23, 2010

--Surat Ayah, di Hari Ulang Tahunmu, Setahun yang Lalu...

Yang tercinta ananda Nadezda Kamila Syifa,


Assalamu’alaikum wr wb,

Anakku, beberapa saat lagi, usiamu akan genap 4 tahun. Itu artinya, 4 tahun sudah kamu berhasil melewati rimba raya kehidupan. Ayah bangga dan kagum dengan apa yang telah kamu capai dan pelajari selama 4 tahun ini. Kamu sudah bisa naik sepeda kecil merahmu, kamu sudah pintar memainkan remote control mencari sendiri acara kegemaranmu, kamu sudah bisa berhitung sampai 10, banyak yang sudah kamu lakukan. Yang paling membuat Ayah bangga, kemarin kamu sudah berhasil menunjukkan kemampuan terbaikmu saat test masuk TK. Ayah benar-benar bangga saat menerima hasil test mu, IQ-mu 120 dan direkomendasi dan saran, Ayah baca kamu direkomendasikan bisa masuk SD. Betapa kagum dan bangganya Ayah. Tapi sabar ya, ayah lebih tertarik untuk memasukkan kamu ke TK, agar kamu bisa melewatkan masa bermainmu sepuas-puasnya.

Ayah teringat peristiwa demi peristiwa yang mengiringi perjalan hidupmu. Saat kamu di dalam kandungan, Bunda harus bed rest karena kalau Bunda terlalu banyak bergerak, kamu protes dan Bunda mengeluarkan darah, begitu seterusnya hingga bulan ke 5 kamu dalam perut Bunda. Karena Bunda terlalu lama tidak masuk kantor, akhirnya Bunda memutuskan berhenti mengajar di UGM, dan akhirnya Ayah mengajak kalian pindah ke Malang. Pada bulan ke 7, entah mengapa kamu berontak di dalam perut bunda sudah ingin keluar. Sampai waktu itu Bunda harus bed rest di rumah sakit.

Suatu hari di bulan ke 8, hari itu Jumat, 19 Feberuari 2005, ayah baru pulang dari kantor, Bunda mengeluh tidak enak badan, agak demam. Ayah pikir Bunda hanya tidak enak badan biasa. Tetapi ternyata sampai malam Bunda masih juga mengeluh badannya sakit semua. Takut terjadi sesuatu, akhirnya ayah antar Bunda ke RS Hermina Tangkuban Perahu sekitar pukul 11.00. Akhirnya tanggal 20 Februari 2009, pukul 11.45, kamu lahir. Perasaan ayah benar-benar luar biasa, mendengar tangisan pertamamu. Takjub... ayah berada di samping Bunda waktu itu, tak bisa berbicara sepatah katapun, melihat perjuangan Bunda saat itu. Ingat Nak, Bunda benar-mempertaruhkan nyawa menghantar kelahiranmu. Baik-baik ama bunda ya Nak...

Adis, tahu gak sejak awal Bunda mengandung ayah sudah mempersiapkan nama yang terbaik buatmu, Nadezda kata itu diilhami dari sebuah Novel yang tokoh utamanya bernama Nadezda, dalam bahasa Rusia Nadezda berarti harapan. Kamila, kalau ini dari bahasa Arab artinya sempurna. Kemudian Syifa, ini juga dari bahasa Arab artinya obat atau penyembuh. Bagaimana? cukup keren kan... Ayah berharap kamu suka dengan nama itu.

Tentu kamu bertanya "Kok nama panggilannya jadi Adis?" Ini juga ada kisahnya. Waktu itu, kamu masih di RSB, terus terang ayah dan bunda belum mepersiapkan nama panggilan buat kamu. Saat kita akan pulang, salah seorang suster di sana (sayang ayah lupa namanya), menimangmu sambil memanggil namamu "Adis". Baru deh terpikir oleh ayah bahwa nama panggilan itu ternyata cocok sekali untukmu. Seru kan? Begitu banyak hal mengilhami perjalanan hidupmu.

Hm, mungkin saat ini, Adis belum bisa memahami surat ayah... (hehehe... Ayah menulisnya kacau balau yah...), suatu saat Adis bisa menemukan surat ini dan membacanya, sebagai kenangan cerita masa lalu kita, kebersamaan kita. Pesan ayah, selalu buka mata dan hati merasakan tanda-tanda di sekitar kita, di alam ini. Niscaya kamu bisa hidup bersinergi dengan lingkungan dengan baik.... (hehehe... bingung ya...? Ayah juga bingung...).

Akhir kata, Ayah tak putus berharap dan berdoa semoga dalam setiap langkahmu, Alloh Swt senantiasa menuntun langkahmu menuju jalan yang diridhoi dan selalu dalam naungan rahmad dan hidayah-nya. Amin....


Wassalam...
Malang, 20 February 2009.


---Ayah---

Wednesday, January 13, 2010

Pagi Verdancy House

Dua minggu berlalu dari hingar bingarnya perayaan tahun baru 2010.

Rasanya belum ada yang berubah, meskipun kalenderku telah berganti. Matahari masih setia terbit di timur dan tenggelam di ufuk barat. Pun juga malam masih menghadirkan kegelapan dan siang masih terang benderang.

Hari-hariku masih dimulai keributan saat menjelang subuh. Istriku yang aku nikahi hampir 6 tahun yang lalu mulai mengusik tidurku, bangunkan aku agar tidak terlambat sholat subuh. Ada aja yang dilakukannya agar aku terbangun. Dari mulai memanggil-manggil namaku, sampai menggelitik kakiku.

"Ay... Ay... subuh... subuh..." begitu biasanya.

Malas-malasan setengah sadar, terpekur di ujung ranjang, sampai istriku menarik tanganku berdiri. Barulah sadar penuh.

Sholat subuh, sesekali berjamaah, sering kali sendiri-sendiri. Seakan dah lupa kalau sekarang aku sudah jadi seoran imam dalam keluarga kecil ini.


Tak berapa lama, pastilah 2 buah hati kami menggeliat setengah terbangun dari lelap. Biasanya mereka minta dibuatkan susu.

"Ay, mau tutu yam" begitulah biasanya Hafiz

Tetap sambil memejamkan mata, Hafiz menghabiskas sebotol susu itu.

Adis sudah jarang minta dibuatkan susu di malam atau pagi buta seperti itu. Semenjak masuk TK A, 6 bulan yang lalu. Dia sudah cukup teratur minum susunya di pagi hari se habis sarapan atau kalau mau tidur. Itupun sudah jarang minum dari botol, tetapi minta dibuatkan dalam gelas. Rupanya dia sudah malu jika ketahuan teman-temannya masih minum susu memakai botol.

Sejurus kemudian, mereka benar-benar bangun, mulailah kehebohan setiap pagi. Kadang mereka mulai kembali kompak membongkar-bongkar kotak mainan yang semalam sudah dirapikan. Tak jarang juga mereka minta keluar bersepeda pagi. Cukup aktif juga mereka.

Bunda, sudah mulai sibuk mempersiapkan sarapan pagi buat kita semua.

06.00 mulailah mereka harus sarapan, masih penuh perjuangan karena mereka tidak bisa duduk saat makan sekali pun.
06.30 Aku mulai menggiring mereka semua masuk ke kamar mandi. Untunglah kalau urusan mandi mereka cukup kooperatif, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan ritual ini. Selesai mandi bunda sudah siap memakaikan baju buat mereka. Akupun punya waktu untuk mempersiapkan diri bersiap ke kantor.
07.00 Kita pun berangkat, Adis selalu penuh semangat saat-saat menuju dunia barunya.
"Da-da, bunda.... de Hafiz..." riang Adis melambaikan tangan.

Sunday, July 12, 2009

Ayooo Sekolah




Pagi ini 13 Juli 2009 menjadi cukup heboh. Hari pertama Adis masuk sekolah. Untung Adis sudah terbiasa bangun pagi. D' Haf, meski belum sekolah, ikut-ikutan atraktif menemani Teh Adis menjalani hari-hari pertama bersekolah.

Akhirnya, jam 7 mereka bunda, de Haf bersama si hijau, berangkat mengantar Adis. Senang melihat wajah-wajah semangat mereka.

Jadilah aku kembali bersama C007 ber-bike to work lagi.

Selamat belajar Adis... ;)

Wednesday, May 13, 2009

--3 Tahun De Haf--















13 Mei, 3 tahun yang lalu, ksatria sang penjaga kecilku hadir meramaikan keluarga kecil kami, melengkapi kebahagian kami. Muhammad Hafiz Akmal... Selamat ulang tahun nak... tetap tersenyum menyongsong kehidupan yang akan kautapaki setahap demi setahap. Belantara kehidupan yang akan kau hadapi akan semakin lebat dengan hal-hal yang harus kamu pelajari. Bersamamu ayah, bunda, dan teh Adis akan selalu mendapingimu, bersamamu, hingga suatu saat nanti kamu siap mengpakkan sayapmu, arungi semesta yang lebih luas... Insya Alloh.





-A-