Wednesday, January 13, 2010

Pagi Verdancy House

Dua minggu berlalu dari hingar bingarnya perayaan tahun baru 2010.

Rasanya belum ada yang berubah, meskipun kalenderku telah berganti. Matahari masih setia terbit di timur dan tenggelam di ufuk barat. Pun juga malam masih menghadirkan kegelapan dan siang masih terang benderang.

Hari-hariku masih dimulai keributan saat menjelang subuh. Istriku yang aku nikahi hampir 6 tahun yang lalu mulai mengusik tidurku, bangunkan aku agar tidak terlambat sholat subuh. Ada aja yang dilakukannya agar aku terbangun. Dari mulai memanggil-manggil namaku, sampai menggelitik kakiku.

"Ay... Ay... subuh... subuh..." begitu biasanya.

Malas-malasan setengah sadar, terpekur di ujung ranjang, sampai istriku menarik tanganku berdiri. Barulah sadar penuh.

Sholat subuh, sesekali berjamaah, sering kali sendiri-sendiri. Seakan dah lupa kalau sekarang aku sudah jadi seoran imam dalam keluarga kecil ini.


Tak berapa lama, pastilah 2 buah hati kami menggeliat setengah terbangun dari lelap. Biasanya mereka minta dibuatkan susu.

"Ay, mau tutu yam" begitulah biasanya Hafiz

Tetap sambil memejamkan mata, Hafiz menghabiskas sebotol susu itu.

Adis sudah jarang minta dibuatkan susu di malam atau pagi buta seperti itu. Semenjak masuk TK A, 6 bulan yang lalu. Dia sudah cukup teratur minum susunya di pagi hari se habis sarapan atau kalau mau tidur. Itupun sudah jarang minum dari botol, tetapi minta dibuatkan dalam gelas. Rupanya dia sudah malu jika ketahuan teman-temannya masih minum susu memakai botol.

Sejurus kemudian, mereka benar-benar bangun, mulailah kehebohan setiap pagi. Kadang mereka mulai kembali kompak membongkar-bongkar kotak mainan yang semalam sudah dirapikan. Tak jarang juga mereka minta keluar bersepeda pagi. Cukup aktif juga mereka.

Bunda, sudah mulai sibuk mempersiapkan sarapan pagi buat kita semua.

06.00 mulailah mereka harus sarapan, masih penuh perjuangan karena mereka tidak bisa duduk saat makan sekali pun.
06.30 Aku mulai menggiring mereka semua masuk ke kamar mandi. Untunglah kalau urusan mandi mereka cukup kooperatif, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan ritual ini. Selesai mandi bunda sudah siap memakaikan baju buat mereka. Akupun punya waktu untuk mempersiapkan diri bersiap ke kantor.
07.00 Kita pun berangkat, Adis selalu penuh semangat saat-saat menuju dunia barunya.
"Da-da, bunda.... de Hafiz..." riang Adis melambaikan tangan.

No comments: