Yang tercinta ananda Nadezda Kamila Syifa,
Assalamu’alaikum wr wb,
Anakku, beberapa saat lagi, usiamu akan genap 4 tahun. Itu artinya, 4 tahun sudah kamu berhasil melewati rimba raya kehidupan. Ayah bangga dan kagum dengan apa yang telah kamu capai dan pelajari selama 4 tahun ini. Kamu sudah bisa naik sepeda kecil merahmu, kamu sudah pintar memainkan remote control mencari sendiri acara kegemaranmu, kamu sudah bisa berhitung sampai 10, banyak yang sudah kamu lakukan. Yang paling membuat Ayah bangga, kemarin kamu sudah berhasil menunjukkan kemampuan terbaikmu saat test masuk TK. Ayah benar-benar bangga saat menerima hasil test mu, IQ-mu 120 dan direkomendasi dan saran, Ayah baca kamu direkomendasikan bisa masuk SD. Betapa kagum dan bangganya Ayah. Tapi sabar ya, ayah lebih tertarik untuk memasukkan kamu ke TK, agar kamu bisa melewatkan masa bermainmu sepuas-puasnya.
Ayah teringat peristiwa demi peristiwa yang mengiringi perjalan hidupmu. Saat kamu di dalam kandungan, Bunda harus bed rest karena kalau Bunda terlalu banyak bergerak, kamu protes dan Bunda mengeluarkan darah, begitu seterusnya hingga bulan ke 5 kamu dalam perut Bunda. Karena Bunda terlalu lama tidak masuk kantor, akhirnya Bunda memutuskan berhenti mengajar di UGM, dan akhirnya Ayah mengajak kalian pindah ke Malang. Pada bulan ke 7, entah mengapa kamu berontak di dalam perut bunda sudah ingin keluar. Sampai waktu itu Bunda harus bed rest di rumah sakit.
Suatu hari di bulan ke 8, hari itu Jumat, 19 Feberuari 2005, ayah baru pulang dari kantor, Bunda mengeluh tidak enak badan, agak demam. Ayah pikir Bunda hanya tidak enak badan biasa. Tetapi ternyata sampai malam Bunda masih juga mengeluh badannya sakit semua. Takut terjadi sesuatu, akhirnya ayah antar Bunda ke RS Hermina Tangkuban Perahu sekitar pukul 11.00. Akhirnya tanggal 20 Februari 2009, pukul 11.45, kamu lahir. Perasaan ayah benar-benar luar biasa, mendengar tangisan pertamamu. Takjub... ayah berada di samping Bunda waktu itu, tak bisa berbicara sepatah katapun, melihat perjuangan Bunda saat itu. Ingat Nak, Bunda benar-mempertaruhkan nyawa menghantar kelahiranmu. Baik-baik ama bunda ya Nak...
Adis, tahu gak sejak awal Bunda mengandung ayah sudah mempersiapkan nama yang terbaik buatmu, Nadezda kata itu diilhami dari sebuah Novel yang tokoh utamanya bernama Nadezda, dalam bahasa Rusia Nadezda berarti harapan. Kamila, kalau ini dari bahasa Arab artinya sempurna. Kemudian Syifa, ini juga dari bahasa Arab artinya obat atau penyembuh. Bagaimana? cukup keren kan... Ayah berharap kamu suka dengan nama itu.
Tentu kamu bertanya "Kok nama panggilannya jadi Adis?" Ini juga ada kisahnya. Waktu itu, kamu masih di RSB, terus terang ayah dan bunda belum mepersiapkan nama panggilan buat kamu. Saat kita akan pulang, salah seorang suster di sana (sayang ayah lupa namanya), menimangmu sambil memanggil namamu "Adis". Baru deh terpikir oleh ayah bahwa nama panggilan itu ternyata cocok sekali untukmu. Seru kan? Begitu banyak hal mengilhami perjalanan hidupmu.
Hm, mungkin saat ini, Adis belum bisa memahami surat ayah... (hehehe... Ayah menulisnya kacau balau yah...), suatu saat Adis bisa menemukan surat ini dan membacanya, sebagai kenangan cerita masa lalu kita, kebersamaan kita. Pesan ayah, selalu buka mata dan hati merasakan tanda-tanda di sekitar kita, di alam ini. Niscaya kamu bisa hidup bersinergi dengan lingkungan dengan baik.... (hehehe... bingung ya...? Ayah juga bingung...).
Akhir kata, Ayah tak putus berharap dan berdoa semoga dalam setiap langkahmu, Alloh Swt senantiasa menuntun langkahmu menuju jalan yang diridhoi dan selalu dalam naungan rahmad dan hidayah-nya. Amin....
Wassalam...
Malang, 20 February 2009.
---Ayah---
Tuesday, March 23, 2010
--Surat Ayah, di Hari Ulang Tahunmu, Setahun yang Lalu...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment