Friday, May 14, 2010

my life would change

"Met you by surprise, I didn't realize
that my life would change forever
saw you standing there, I didn't know I cared
there was something special in the air.
Dreams are my realitythe only real kind of real fantasy
illusions are a common thing
I try to live in dreams
it seems as if it's meant to be..."

Bait-bait tembang lawas dari Richard Sanderson, kembali terngiang di telingaku. Sudah beberapa hari ini syair lagu itu selalu bermain di kepalaku. Sejak suatu senja di Gambir itu aku benar-benar tidak bisa melupakan wajah melankoliknya.

Ada keraguan ketika aku akan mencoba menelponnya. Tapi rasa itu mendesak terus. Aku tak henti menatap kartu nama yang diberikan olehnya. Hanya dengan memandang kartu nama itu hatiku berdesir, bergetar tak menentu. Inikah 'love' atau hanya perasaan sesaat? Masih bimbang.

"Nanti sampai di Malang, aku akan telpon"  Masih terngiang janjiku di stasium Gambir senja itu.  Dia hanya diam sambil memandangku berlalu.
"Hm", mendesah, hatiku mulai berpaling.


No comments: