Monday, May 10, 2010

"Nyungsep"

"Let's go sport friends!" begitu terbaca salam pembuka ketika aku buka e-mail pagi itu.

"Hm, boleh juga" batinku.  Setelah 2 bulan lebih berkutat dengan FTD, mister-mister Italiano, sepetak kamar kost, rasanya boleh juga main basket after work time.  Segera aku forward ke para gank 'nomaden' lain.  Biar tambah  semarak.

Dua bulan terakhir sejak aku ditugaskan di Karawang plant ini, serasa irama hidupku berubah.  Rasanya seperti kembali ke masa-masa lalu saat awal-awal bekerja.  Seakan mulai keluar dari keteraturan yang selama ini sudah aku jalani.  Berangkat kerja tanpa sarapan, pulang kerja bisa berlambat-lambat.  Makan malam sedapat-nya, dan late night sleep, kalau pas para nomaden ini sedang mengadakan nite refreshing dinner ke tempat yang agak jauh, nomat atau sekedar karaoke.

Ditempat tugas kebetulan bertemu beberapa kawan yang masih terpaksa melajang, bukan karena gak laku, tapi memang karena baru saja pindah tugas atau tugas sementara, sehingga keluarga tidak diajak serta.  Nah kita yang senasib ini lah yang akhirnya menyebut sebagai kelompok nomaden.

Akhirnya waktunyapun tiba, kembali lagi bermain basket setelah berpuluh tahun tidak bermain.  Jadi ingat pas SMA, aku selalu masuk dalam team kocak basket kelas... hehehe... Saking kocaknya main basket bisa jadi perpaduan menjadi bola tangan, atu sepak bola... hehehe...

Beberapa rekan sudah mulai pemanasan dan shooting ball ketika kami tiba.  Segera kita bergabung, beradaptasi dengan bola yang bertahun tak tersentuh.  Lumayan juga paling tidak masih kena papan pantul walau cuman sesekali masuk keranjang dari puluhan kali percobaan... ;)

Suasana makin seru ketika beberapa rekan mulai berdatangan, sehingga kita bisa bermain three on three.  Seru pastinya, meskipun gak sampai 10 menit kemudian sudah megap-megap seperti koi yang kekurangan oksigen. ;)

Semakin malam semakin banyak aja yang datang, sehingga pas untuk main 1 lapangan penuh.  Sebenarnya aku sudah tidak ingin bermain lagi, napas sudah senin - kamis.  Tetapi kalau tidak ikut pemainnya kurang untuk main 1 lapangan penuh.

Ya sudahlah, pasrah ikut dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada. 
"Hm, lumyan juga bermain lapangan penuh.  Pergerakan jadi lebih lapang dan bebas" batinku di tengan napas yang sudah mulai tersengal.
Huf, tiba-tiba aku lihat sekelebat teman mengirim bola ke arahku.  Aku bergerak berbalik arah menyongsong datangnya bola. Tapi malang, kakiku tersangkut kaki salah seorang pemain lawan di belakangku.  Akibatnya, tubuhku serasa melayang, kemudian berdebum mukaku mencium lapangan yang keras.  Sesaat 'blank', sejurus kemudian terasa asin di bibir.  Rupanya sobek berdarah terbentur gigi.  Kelopak mata dan pelipis memar.  Hidung ngilu merah.

Mulai ribut teman-teman bawa ke Poliklinik.  Untunglah sampai di sana segera ditangani oleh petugas yang segera menghentikan pendarahan di bibir dan mengobati luka di kelopak mata dan dagu.

Hm, satu lagi tanda mata dari lapangan basket. ;)

No comments: