Saturday, December 19, 2009

Hasil Imbang Arema masih di Puncak

Malang,19-12-2009
Bertanding tanpa penonton, mempengaruhi ritme permaina Arema, ditambah lagi beberapa pemain kunci tidak bisa bertanding atau sedang di rotasi oleh pelatih Rene Albert.

Minim sekali tendangan-tendangan yang mengarah ke gawang Persib, kalaupun ada tidak begitu membahayakan gawang Sinthaweechai Hathairattanakool yang bermain cukup gemilang.

Masuknya M Ridwan, tidak juga bisa merubah keadaan, serangan-serangan Arema masih kurang menggigit. Kendatipun Persib hanya bermain dengan 10 pemain, menyusul kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Hilton Moreira menit 86, keadaan tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

PR untuk team Arema, untuk pertandingan-pertandingan yang akan datang agar tampil lebih agresif. Kebijakan rotasi pemain patut diacungi jempol, mengingat perjalanan kompetisi yang masih panjang, yang pasti akan menguras tenaga, sehingga diperlukan starting team dan bench yang tidak berbeda kemampuannya. Go ... Arema... Go... (asheva).

Saturday, December 12, 2009

Negeri Menangis

Adalah suatu negeri elok, gemah ripah loh jinawi. Menghijau subur, ibaratnya tongkat ditancapkan tumbuh menjadi tanaman. Begitu indah negeri ini sehingga menjadi negeri idaman setiap manusia, bangsa untuk turut menikmati, mencumbui, bahkan mengeruk segala kekayaan yang ada.
Demikianlah negeri elok itu mulai menuai derita berkepanjangan, dia sendiri tak bisa merasakan kenikmatan sebagai negeri yang elok permai. Terpenjara dan terjajah. Bergelimang derita, 350 tahun dalam dekapan angkara kolonialis. Berharap putra-putri negeri ini mampu membebaskan ibu negeri dari genggaman angkara.
350 tahun berlalu dalam kesedihan dan kepedihan, tak membuat negeri ini hilang pesonanya. Kembali air mata jelita tertumpah kala sang elok diperebutkan kembali, sang saudara tua, menancapkan kuku-kuku penghisap darahnya menggoreskan lara, negeri elok ini kembali menangis, air mata berlinang menganak sungai. Memanggil kembali putra-putri penjaga negeri melepaskan belenggu penjajahan.
3.5 tahun dalam pilu, akhirnya putra sang fajar memberikan secercah harapan. Berhenti sudah air mata sang elok, menyaksikan putra-putri negeri mulai terbebas, berdiri di atas tumpuan kaki-kaki sendiri.
Kebebasan sang negeri, membuka mata para putra-putri negeri, betapa elok jelita negeri ini. Kecantikan tak lekang meski tenggelam dalam lumpur penjajahan 3.5 abad lebih. Mulailah sebagaian putra-putri negeri mengeksploitasi sang ibu negeri, menguasai untuk diri sendiri. Menyisakan sebagaian besar putra negeri lain tertinggal, tertimbun dalam penjajahan baru.
Sakit hati, cucuran air mata dikuasai bangsa lain, tidak lah sesakit dikuasai dan dikhianati putra-putri bangsa sendiri.
Negeri elok ini mulai menangis lagi, hilang harapan, kepada siapa lagi dia berharap jika putra-putri negeri ini pun mulai berlaku lebih dari seorang kolonialis....? Negeri elok ini menangis berderai-derai air matanya...menyaksikan pengkhianatan, korupsi, dan keadilan yang terjerembab...
Negeri menangis... salahkah dia tercpta penuh keindahan, keelokan dan kekayaan...???

Matchday-9 AREMA kukuh di puncak klasemen

12 Dec. 09
Hasil pertandingan sore ini, semakin mengukuhkan Arema Indonesia di puncak klasemen. Selain itu Arema juga menjadi satu-satunya team yang belum terkalahkan hingga matchday ke 9. Hasil tersebut diperoleh setelah mengalahkan tuan rumah Persijap 0-1. Gol semata wayang Arema dicetak oleh Nooh Alam shah, legiun asing dari Singapura melalui titik putih, menyusul hands ball yang dilakukan pemain belakang Persijap. (asheva)

Friday, November 27, 2009

Ied Mubarak

Allohu Akbar...Allohu Akbar...Allohu Akbar...
Fajar menyingsing di hari Iedul Adha...
Bergegas mempersiapkan diri berangkat sholat ied...
Demikian tahun demi tahun ...
Kembali melayang saat-saat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail...
Tak terbayangkan adakah ujian seberat itu di masa kini...
Yang selanjutnya menjadi tuntunan bagi umat muslim se-dunia, menyelenggarakan ibadah qurban, kambing, sapi, atau unta... Ujian keihklasan kita untuk berbagi dengan mereka yang tidak bisa menikmatinya setiap saat.

Deretan mobil yang terparkir sudah mengular ketika kami tiba, meski waktu masih menunjukkan 05.30. Deretan shaft tertata rapi sudah penuh setengahnya.
Tenggelam dalam ied ku...
Hingga khotbah, mengakhiri ritual Idul adha...


Bergegas pulang, meninggalkan berlembar koran, yang mungkin menjadi limpahan rejeki bagi para pemulung.




Sunday, November 8, 2009

Being Obsessed

When I was passing through the parking area near class of IA, I saw you standing near the window, gazed on me with your bright eyes.
I could not take a look on you, moreover when you asked me what I was in class of IF. Your incredible enchantment, touching my heart, till nothing word could say to answer you. I could never forget that moment. I enjoy second by second that moment make me feel being obsessed, it’s like breathe with opium.

Now time passing by, roll on, bring me to the different time and place cycle, but, your bright eyes still appear in my mind occasionally. How could I find you again, the bright eyes?

Friday, November 6, 2009

Tinggalkan Saja Jejakmu.


Pada suatu cakrawala, kulambungkan pandangan. Langit dan bumi seakan menyatu, bertaut berjabat tangan.

Pada suatu cakrawala, kulambungkan tatapan. Pada mega mendung tergantung. Tangan-tangan seakan bisa meraihnya.

Kembali dari pantai ini, titik di mana lidah gelombang memecah di pasir putih, beriak bergaris-garis, tinggalkan pasir putih bergulung luruh.

Kugoreskan kesekian kalinya jejak kakiku, walau tak lama akan hilang disapu gelombang. Jika suatu saat aku kembali, akan kugoreskan lagi, dan lagi..


Monday, October 26, 2009

lesson 1

...New lesson, jangan menggantungkan harapan pada sesuatu yang tidak dapat anda control sepenuhnya, karena anda harus siap-siap kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan...