Ayah...
Disaat engkau pergi...
Mataku melihat, engkau diam melepas tanda kehidupan... tapi mengapa hatiku berharap engkau hanya tidur dalam lelapmu...
Tak percaya... tapi mengapa air mata mengalir begitu saja, tanpa bisa kubendung lagi...
Pikiran mengingkari...tapi mengapa dada makin sesak terisak...
Baiknya memang harus kulepas, biar rasa yg meraja... melepas semua beban....
Padamkan pikirku sejenak... biar hati puas mengenang apa yg telah terlalui bersama...
Hingga aku berhenti mengingkari bahwa engkau benar telah pergi...
Tapi aku tahu, engkau tak benar2 pergi... Rasamu masih tersimpan di hati... Untuk suatu saat merasuki jiwa... mengenangmu... merindumu...
Tuesday, August 24, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment