| Holiday Resort Lombok |
Saturday, November 27, 2010
Wednesday, November 24, 2010
Mari Turun ke Bawah
...Beberapa tahun terakhir ini, begitu sering terdengar berita kisruh saat pembagian sedekah atau sesuatu yang sifatnya gratis. Bahkan tak ada kekacauan tersebut yang sampai menimbulkan korban jiwa. Terakhir, kekacauan pula yang terjadi pada pembagian daging qurban di masjid istiqlal jakarta.
Hm, ternyata kaum duafa di negeri ini masih begitu banyak... atau makin bertambah banyak...?
Padahal juga orang kaya di negeri ini yang wajib dan seharusnya berqurban juga bertambah banyak... Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena duluuuu... Juga jarang terdengar ada kekisruhan saat pembagian sedekah semacam itu.
Atau, sudah menurunnya nilai-nilai kesabaran & toleransi... meningkatnya kekhawatiran... Sehingga para penerima sedekah itu sudah tidak bisa lagi tertib antri... sehingga saling berebut yang pada akhirnya jatuhlah korban... Para manula yang kalah bersaing hingga harus pulang dengan tangan hampa, meski sudah menunggu ber-jam-jam... hm...
Mesti harus ada yang berubah....
Tidakkah sebaiknya tidak ada lagi pemberian semacam itu....
Tapi pembagian... panitia membagikan dari rumah ke rumah, dari penampungan ke penampunagan, dari panti ke panti...
Bukan itu menjadi lebih terhormat bagi penerima maupun pemberi... ada kesetaraan di situ....
dan tak akan ada lagi... kekacauan, saling berebut.... Tak akan ada lagi jatuh korban...
Hm, ternyata kaum duafa di negeri ini masih begitu banyak... atau makin bertambah banyak...?
Padahal juga orang kaya di negeri ini yang wajib dan seharusnya berqurban juga bertambah banyak... Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena duluuuu... Juga jarang terdengar ada kekisruhan saat pembagian sedekah semacam itu.
Atau, sudah menurunnya nilai-nilai kesabaran & toleransi... meningkatnya kekhawatiran... Sehingga para penerima sedekah itu sudah tidak bisa lagi tertib antri... sehingga saling berebut yang pada akhirnya jatuhlah korban... Para manula yang kalah bersaing hingga harus pulang dengan tangan hampa, meski sudah menunggu ber-jam-jam... hm...
Mesti harus ada yang berubah....
Tidakkah sebaiknya tidak ada lagi pemberian semacam itu....
Tapi pembagian... panitia membagikan dari rumah ke rumah, dari penampungan ke penampunagan, dari panti ke panti...
Bukan itu menjadi lebih terhormat bagi penerima maupun pemberi... ada kesetaraan di situ....
dan tak akan ada lagi... kekacauan, saling berebut.... Tak akan ada lagi jatuh korban...
Friday, November 19, 2010
--EMPTY-
A space without anything, silent, empty...
What do you feel when you are alone without anyone surround you? no voice, only your heart beat and sound of your breathing.... Here is the emptyness.......
What do you feel when you are alone without anyone surround you? no voice, only your heart beat and sound of your breathing.... Here is the emptyness.......
![]() |
| A Pier at Lombok |
![]() |
| Waiting Room Soekarno - Hatta Airport, Jakarta |
![]() |
| Gubeng Station, Surabaya |
![]() |
| SOETA Airport |
--TOP VIEWS--
| from 21th floor Alila Hotel Jakarta from 21th floor Alila Hotel Jakarta from 21th floor Alila Hotel Jakarta Surabaya, from Trigana Air ![]() |
| From the 16th floor Novotel Bandung |
![]() |
| Weary |
KECOAK (2)
Sampai di pasar, di luar dugaan sang Ibu, Andro terus saja menanyakan di mana Kecoak yang dijanjikan. Sang Ibu tentu saja kebingungan.
"Mana ada sih orang yang berjualan kecoak" pikir Ibu penuh sesal, menjanjikan sesuatu yang tidak ada.
"Sebentar ya sayang, ibu selesaikan belanja dulu, nanti baru kita cari kecoaknya". Bujuk ibu penuh harap Andro segera melupakannya.
Andro masih belum puas dengan jawaban ibu, tapi dia tampak sudah sedikit tenang. Tidak seperti biasanya, kali ini Andro begitu serius wajahnya. Beberapa kali sang ibu menawarkan jajanan kesukaannya tetapi selalu ditolaknya. Bahkan kita mau dibelikan mainan perahu 'thuk-thuk" diluar dugaan sang ibu, itupun ditolaknya. Mungkin dalam pikiran Andro hanya kecoak dan kecoak yang telah membuatnya jatuh terjengkang.
Nah, selesai akhirnya Andro sedikit tersenyum melihat ibunya sudah selesai berbelanja.
"Ayo Bu, mana kecoaknya?" Ibu takjub, agak kebingungan.
"Ah, anak ini kok masih ingat ya". Sambil memutar otak mau diganti apa kecoak itu.
"Andro, bagaimana kalau kecoaknya diganti Jangkerik aja?" tawar ibunya.
"Gak mau!"
"Andro hanya mau kecoak" Andro mulai mencium gelagat kurang bagus.
"Tapi tidak ada kan yang jual kecoak" Ibu mulai kebingungan.
"Tapi, ibu udah janji mau mencarikan kecoak di pasar". Andro mulai ngambek.
Ibu makin bingung, mau bertanya kepada pedagang yang ada kok malu ya.
Ditengah kebingungan itu, ternyata ada salah satu pedagang langganan ibu yang memperhatikan.
"Lho Jeng, kenapa ini kok Andro-nya ngambek begitu" sapa teman ibu itu.
"Hayo, kenapa? Ini bibi punya kue kesukaanmu?"
Yang ditawari cuman diam saja mematung. Tangan digantungkan memegang kerah baju. Begitulah gaya Andro kalau sedang marah.
Ibu malu-malu, sambil setengah berbisik bercerita kalau Andro pengen mencari kecoak.
Teman ibu terpekik perlahan, menahan geli. Tetapi sejurus kemudian tak disangka.
"Oalah! Andro pengen kecoak?" sambil memegang pundak Andro.
"Sini, bibi punya banyak" sambil membimbing Andro berjalan menuju toko-nya. Andro tersenyum tak percaya.
Ternyata, bibi teman ibu itu mempunyai jebakan untuk menangkap kecoak. Sebuah botol bekas kecap, dengan sedikit diisi kecap, dan diletakkan di tempat di mana biasa ada kecoak. Akibatnya kecoak yang tertarik oleh aroma kecap, akan masuk ke dalam botol. Namun karena mulut botol kecil dan dalam posisi vertikal, maka sang kecoak kesulitan untuk keluar dari mulut botol.
Akhirnya, Andro bisa tersenyum gembira membawa kecoak yang dimasukkan ke dalam plastik bening. Entah jumlah kecoak itu ada berapa, mungkin sekitar 10 ekor. ditenteng dengan riang gembira.
Akibatnya, tiap orang yang berpapasan dengan Andro melihat dengan penuh keheranan, dalam hati bertanya itu kecoak apa Jangkerik ya…?
Sang ibu dengan agak malu-malu menjawab kecoak, sontak sang penanya langsunk syok di tempat.
Sampai di rumah…. Apa yang terjadi ya…. tiiiiiiiiittt…. Sensor! Adegan berikutnya apa yang dilakukan Andro terhadap kecoak-kecoak itu. :))))
Key word:
"Jangan pernah menjanjikan apapun pada Andro, bila belum pasti bisa memenuhinya" :))))
"Mana ada sih orang yang berjualan kecoak" pikir Ibu penuh sesal, menjanjikan sesuatu yang tidak ada.
"Sebentar ya sayang, ibu selesaikan belanja dulu, nanti baru kita cari kecoaknya". Bujuk ibu penuh harap Andro segera melupakannya.
Andro masih belum puas dengan jawaban ibu, tapi dia tampak sudah sedikit tenang. Tidak seperti biasanya, kali ini Andro begitu serius wajahnya. Beberapa kali sang ibu menawarkan jajanan kesukaannya tetapi selalu ditolaknya. Bahkan kita mau dibelikan mainan perahu 'thuk-thuk" diluar dugaan sang ibu, itupun ditolaknya. Mungkin dalam pikiran Andro hanya kecoak dan kecoak yang telah membuatnya jatuh terjengkang.
Nah, selesai akhirnya Andro sedikit tersenyum melihat ibunya sudah selesai berbelanja.
"Ayo Bu, mana kecoaknya?" Ibu takjub, agak kebingungan.
"Ah, anak ini kok masih ingat ya". Sambil memutar otak mau diganti apa kecoak itu.
"Andro, bagaimana kalau kecoaknya diganti Jangkerik aja?" tawar ibunya.
"Gak mau!"
"Andro hanya mau kecoak" Andro mulai mencium gelagat kurang bagus.
"Tapi tidak ada kan yang jual kecoak" Ibu mulai kebingungan.
"Tapi, ibu udah janji mau mencarikan kecoak di pasar". Andro mulai ngambek.
Ibu makin bingung, mau bertanya kepada pedagang yang ada kok malu ya.
Ditengah kebingungan itu, ternyata ada salah satu pedagang langganan ibu yang memperhatikan.
"Lho Jeng, kenapa ini kok Andro-nya ngambek begitu" sapa teman ibu itu.
"Hayo, kenapa? Ini bibi punya kue kesukaanmu?"
Yang ditawari cuman diam saja mematung. Tangan digantungkan memegang kerah baju. Begitulah gaya Andro kalau sedang marah.
Ibu malu-malu, sambil setengah berbisik bercerita kalau Andro pengen mencari kecoak.
Teman ibu terpekik perlahan, menahan geli. Tetapi sejurus kemudian tak disangka.
"Oalah! Andro pengen kecoak?" sambil memegang pundak Andro.
"Sini, bibi punya banyak" sambil membimbing Andro berjalan menuju toko-nya. Andro tersenyum tak percaya.
Ternyata, bibi teman ibu itu mempunyai jebakan untuk menangkap kecoak. Sebuah botol bekas kecap, dengan sedikit diisi kecap, dan diletakkan di tempat di mana biasa ada kecoak. Akibatnya kecoak yang tertarik oleh aroma kecap, akan masuk ke dalam botol. Namun karena mulut botol kecil dan dalam posisi vertikal, maka sang kecoak kesulitan untuk keluar dari mulut botol.
Akhirnya, Andro bisa tersenyum gembira membawa kecoak yang dimasukkan ke dalam plastik bening. Entah jumlah kecoak itu ada berapa, mungkin sekitar 10 ekor. ditenteng dengan riang gembira.
Akibatnya, tiap orang yang berpapasan dengan Andro melihat dengan penuh keheranan, dalam hati bertanya itu kecoak apa Jangkerik ya…?
Sang ibu dengan agak malu-malu menjawab kecoak, sontak sang penanya langsunk syok di tempat.
Sampai di rumah…. Apa yang terjadi ya…. tiiiiiiiiittt…. Sensor! Adegan berikutnya apa yang dilakukan Andro terhadap kecoak-kecoak itu. :))))
Key word:
"Jangan pernah menjanjikan apapun pada Andro, bila belum pasti bisa memenuhinya" :))))
Wednesday, November 17, 2010
KECOAK (1)
Semua orang pasti dah tahu dengan 'animal' satu ini. K.e.c.o.a.k. Salah satu jenis serangga yang dianggap sebagian besar orang sangat menjijikan. Kecoak juga dikenal mempunyai lebih dari satu nyawa, percaya nggak? Walaupun serangga ini kepalanya sudah terpotong, tetapi tetap saja dia masih bisa bergerak. Penasaran? coba aja...:)
Kata orang yang ahli di bidang per'kecoak'an, itu disebabkan karena kecoak emang gak punya otak sebagai pusat syarafnya. Nah, sebagai gantinya, dia mempunyai susunan syaraf tangga tali, yang terangkai di sepanjang tubuhnya. Nah, mulai ketahuan kan, kenapa kecoak bisa hidup tanpa kepala.
Nah apa hubungannya kecoak ama Andro? Hehehe... Rupanya dia mempunyai nostalgia yang terlupakan dengan binatang yang dianggap jorse ini...hihihi.
Suatu pagi, Andro baru aja selesai mandi dah berpakaian rapi. Rencananya, dia mau diajak ibu belanja ke pasar tradisional di Blimbing. Senang bukan kepalang, ke pasar bagi Andro, berarti bisa menemukan jajanan yang aneh-aneh, yang tidak bisa ditemukan di warung sebelah. Selain itu di bisa leluasa memperhatikan mainan perahu 'thuk-thuk' yang tidak pernah bisa ia miliki... hiks...
Sedang enak-enaknya menunggu sang ibu yang sedang bersiap-siap juga, tiba-tiba Andro melihat seekor kecoak mengendap-endap keluar dari arah kamar mandi. Secepat kilat Andro mengejar kecoak itu, untuk menuntaskan nafsu membunuhnya. Dasar, agak kurang beruntung alih-alih bisa menginjak kecoak itu, Andro, bocah 5 tahun itu malah terpeleset menginjak kain pel basah.
"Gedubrak!" suara kaki-nya menerjang pintu kamar mandi.
Tentu saja ibunya kaget mendengar kegaduhan itu.
"Ada apa Andro?" Andro meringis menahan sakit di pantat-nya. Sementara si kecoak dengan senyum penuh kemenangan (eh... kecoak bisa senyum...? :p) sukses melarikan diri masuk kembali ke kamar mandi bersembunyi di lubang saluran air.
Andro, meradang dendam, diambilnya sapu untuk mengkorek-korek lubang saluran air itu. Semangat sekali.
"Astaga! Andro...? Apa yang kamu lakukan?" Ibunya yang sudah bersiap berangkat syok melihat tingkah laku Andro.
"Ayo, berangkat!" Ajak sang Ibu.
"Bentar Bu, kecoak ini sudah menjatuhkan aku" Andro terus saja berusaha mengkorek-korek lubang, padahal si kecoak makin tertawa terbahak, karena sudah keluar dari lubang melalui jalan lain.
"Ayolah, Andro... keburu siang" si Ibu mulai tak sabar.
"Ayo, nanti Ibu cari kan kecoak di pasar banyak" bujuk ibunya tersenyum. Mungkin si Ibu berpikir kalau nanti di pasar sudah bertemu dengan perahu 'thuk-thuk' Andro segera lupa.
"Benar ya Bu, asik!!!" kegirangan Andro, yang sebenarnya juga mulai "give up" sang kecoak tidak kunjung keluar.
Akhirnya berangkatlah ibu anak ke pasar Blimbing. Agak lega juga Andro, akan menuntaskan dendamnya di pasar nanti.
Sedang enak-enaknya menunggu sang ibu yang sedang bersiap-siap juga, tiba-tiba Andro melihat seekor kecoak mengendap-endap keluar dari arah kamar mandi. Secepat kilat Andro mengejar kecoak itu, untuk menuntaskan nafsu membunuhnya. Dasar, agak kurang beruntung alih-alih bisa menginjak kecoak itu, Andro, bocah 5 tahun itu malah terpeleset menginjak kain pel basah.
"Gedubrak!" suara kaki-nya menerjang pintu kamar mandi.
Tentu saja ibunya kaget mendengar kegaduhan itu.
"Ada apa Andro?" Andro meringis menahan sakit di pantat-nya. Sementara si kecoak dengan senyum penuh kemenangan (eh... kecoak bisa senyum...? :p) sukses melarikan diri masuk kembali ke kamar mandi bersembunyi di lubang saluran air.
Andro, meradang dendam, diambilnya sapu untuk mengkorek-korek lubang saluran air itu. Semangat sekali.
"Astaga! Andro...? Apa yang kamu lakukan?" Ibunya yang sudah bersiap berangkat syok melihat tingkah laku Andro.
"Ayo, berangkat!" Ajak sang Ibu.
"Bentar Bu, kecoak ini sudah menjatuhkan aku" Andro terus saja berusaha mengkorek-korek lubang, padahal si kecoak makin tertawa terbahak, karena sudah keluar dari lubang melalui jalan lain.
"Ayolah, Andro... keburu siang" si Ibu mulai tak sabar.
"Ayo, nanti Ibu cari kan kecoak di pasar banyak" bujuk ibunya tersenyum. Mungkin si Ibu berpikir kalau nanti di pasar sudah bertemu dengan perahu 'thuk-thuk' Andro segera lupa.
"Benar ya Bu, asik!!!" kegirangan Andro, yang sebenarnya juga mulai "give up" sang kecoak tidak kunjung keluar.
Akhirnya berangkatlah ibu anak ke pasar Blimbing. Agak lega juga Andro, akan menuntaskan dendamnya di pasar nanti.
(tobe continued)
Monday, November 15, 2010
Adakah Suatu Kebetulan?
Kawan, mungkin kita pernah mengalami apa yang biasa disebut orang, suatu kebetulan… Suatu kejadian yang sama sekali tidak kita perkirakan akan terjadi, namun terjadi. Ada kalanya juga bahkan kita tidak pernah memikirkan hal tersebut, namun terjadi di luar angan kita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Kita tidak pernah menyangka apa yang terjadi di depan kita…
Suatu saat kita ingin sekali bertemu dengan seseorang, hingga keinginan tersebut mengendap di bawah alam sadar kita, terbawa kemana pun kita berada. Tetapi entah karena berbagai sebab kita tidak bisa melakukan pertemuan itu. Mungkinkah keinginan terpendam tersebut berubah menjadi semacam gelombang electromagnetis yang memancar dan berpendar. Semakin kuat keinginan itu, semakin kuat pula pancaran gelombang dan semakin jauh radius jangkauannya. Sehingga tanpa di sadari gelombang tersebut mencapai titik di mana seseorang yang kita inginkan bertemu berada.
Pertemuan sinyal tersebut merasuk ke dalam benaknya, memasuki ruang bawah sadar. Menciptakan daya tarik menarik. Keduanya kemudian bergerak dalam ritme yang sama, dalam jarak yang tetap. Hingga akhirnya kekuatan tarik-menarik menjadi semakin kuat, dan jarak semakin mendekat. Ada kalanya apa yang mereka lakukan menjadi seiring, seirama. Benarkah?
Semesta bagaikan lautan, di mana jika pada suatu sisi bergejolak, maka gejolak itu akan diteruskan ke sisi yang lain. Sejauh mana gejolak itu merambat, tentu bergantung pada besar kecilnya kekuatan gejolak tersebut. Bisakah hal ini disamakan dengan alam semesta ini? Daya pikir merupakan suatu bentuk energi, dimana jika sedang bekerja akan terpancar sebuah gelombang energi yang merambat persis seperti jika kita melempar batu pada air yang tenang. Air akan memendar membentuk gelombang yang terpancar melingkar dalam radius yang semakin besar tergantung dari kekuatan gelombang tersebut.
Nah, begitulah jadi apakah segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak terjadi begitu saja? Tapi merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain???
Nah, begitulah jadi apakah segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak terjadi begitu saja? Tapi merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain???
Sunday, November 14, 2010
Exploring the Exotic Lombok Island (3)
GILI TRAWANGAN
"Gili" has a meaning island. Lombok has 3 islands nearest, they are Gili Trawangan, Gili Meno, and Gili Air.
Gili Trawangan is the largest of three islands (Gili Islands), located on the northwest of Lombok. Trawangan is also the only island which has significant height above sea level, with a length of 3 km and 2 km wide, Trawangan population of about 800 inhabitants. Among the three islands, Trawangan has the facilities for tourists of the most diverse.
On this explore, we only had an opportunity to visited Gili Trawangan.
How to achieve this island? People usualy use motorize boat or speed boat.
The interested thing that you can find at this place, there are no motorized vehicles. Common means of transportation are bicycles (rented by local people for the tourists) and "Cidomo", simple horse-drawn carriage which are common as well in Lombok.
Popular activities conducted in Trawangan tourists are scuba diving, snorkeling (on the northeast coast), kayaking, and surfing. There are also several places where the tourists can learn to ride around the island.
So, let's enjoy this place:
| Speeding boat |
| Welcome to Gili Trawangan |
"Cidomo" |
Wow, there is a Mosque in this Gili |
End of journey, back to the reality |
--END--
Exploring the Exotic Lombok Island (2)
DAY 2
Morning Senggigi Beach.
The breaking waves along the coast was creating a rhythm that took me on a different atmosphere. It combined with a burst of sun rise between the leaves.
I walked, felt the sand and waves searching further and enjoy this morning...
![]() |
| The line of waves with violet of eastern horizon |
![]() |
| breaking waves as along the coast |
![]() |
| leaved the white sands |
![]() |
| I wrote the sign that I have been here, and let the waves swept out the sign |
![]() |
| Looked at me at the mirror, reflect the beautifulness of nature |
Saturday, November 13, 2010
Exploring the Exotic Lombok Island (1)
DAY 1
Lombok island is located east of Bali and accessible by air, fast boat or public ferry. Salaparang airport is the first place that you will step on if you acces by air.
Lombok island is located east of Bali and accessible by air, fast boat or public ferry. Salaparang airport is the first place that you will step on if you acces by air.
Salaparang Airport
Then Welcome to Lombok
On the way to go to our 1st destination is Hotel...
Senggigi Beach as along the way to the hotel
Views of the Hotel
between palm trees
the blue swimming pool, sneaking refreshing
from the lobby...
we can see...
small water garden
and verdant hills
Saturday, November 6, 2010
Si Hijau...from N to W
Akhirnya sampai juga si Hijau di usia yang ke 5 tahun. Tak bisa menghindar lagi, mau gak mau mesti ngurus mutasi. Seharusnya sejak tahun ke 4 mestinya si Hijau sudah harus mutasi, mengingat KTP yang biasa diperiksa pada saat pembayaran pajak sudah pindah alamat baru. Tetapi untunglah, SIM yang kebetulan masih belum habis, dan masih menggunakan alamat yang sama dengan yang tertera di BPKB, lega bisa punya napas 1 tahun lagi.
Ribet tidah sih mengurus mutasi kendaraan itu? Pastinya ribet banget kalau masih terbayang di angan-angan. Setelah di jalankan... Ternyata mudah saja tuh... ;). Nah berikut ini hal-hal yang harus dilakukan selama proses mutasi, berdasarkan pengalaman mutasi si Hijau.
SAMSAT ASAL --> ambil Berkas
- Datang ke SAMSAT, di daerak Kacuk. Jangan di Polres ya... karena kalau di situ untuk mengurus SIM.
- Antri check fisik, mengambil form check fisik. Nanti akan ada petugas yang akan mengambil data no. rangka dan no. mesin, istilahnya esek-esek nomor.
- Kemudian bersama dokumen (BPKB, KTP, STNK, + foto kopinya rangkap 4) diserahkan ke bagian fiscal untuk pengecekan apakah jika ada tunggakan pajak atau tidak.
- Ke bagian arsip, untuk mengambil arsip (faktur jual beli, data no rangka + no mesin).
- Selanjutnya diserahkan ke bagian mutasi keluar. Di bagian tersebut diberikan form yang harus diisi. Dilakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen. Jika sudah lengkap, kita akan diberikan tanda terima untuk pengambilan berkas dan surat pengantar mutasi. Waktu pengambilan 2 minggu kemudian.
- Biaya cabut berkas Rp. 75,000.00
SAMSAT TUJUAN
- Berkas yang diambil dari SAMSAT asal dicopy 4 x.
- Ke loket cek fisik untuk mengambil form pemeriksaan kendaraan.
- Kemudian akan ada petugas yang akan mengambil data no rangka dan no mesin.
- Kembali ke loket cek fisik, diberikan form isian mutasi.
- Setelah di isi lengkap, menuju loket mutasi masuk, menyerahkan semua berkas (document dari samsat asal, BPKB Asli, KTP Asli, & STNK Asli).
- Selanjutnya akan dipanggil untuk pembayaran Pajak.
- Serahkan kuitansi pajak ke bagian cetak STNK dan Nomor Kendaraan. Biaya Rp.125,000.00
- Menerima STNK dan Nomor Kendaraan.
- Ke bagian penulisan BPKB, untuk memasukkan data baru. Lama penulisan 10 hari.
- Selesai.
Ternyata tidak terlalu sulit kan. Agar efektif, jika memungkinkan mutasi dilakukan saat STNK sudah habis masa berlakunya. So, selamat mencoba jangan pakai calo lagi ya... ;)
![]() |
| Old No. |
![]() |
| The New No. |
Subscribe to:
Comments (Atom)






































