Semua orang pasti dah tahu dengan 'animal' satu ini. K.e.c.o.a.k. Salah satu jenis serangga yang dianggap sebagian besar orang sangat menjijikan. Kecoak juga dikenal mempunyai lebih dari satu nyawa, percaya nggak? Walaupun serangga ini kepalanya sudah terpotong, tetapi tetap saja dia masih bisa bergerak. Penasaran? coba aja...:)
Kata orang yang ahli di bidang per'kecoak'an, itu disebabkan karena kecoak emang gak punya otak sebagai pusat syarafnya. Nah, sebagai gantinya, dia mempunyai susunan syaraf tangga tali, yang terangkai di sepanjang tubuhnya. Nah, mulai ketahuan kan, kenapa kecoak bisa hidup tanpa kepala.
Nah apa hubungannya kecoak ama Andro? Hehehe... Rupanya dia mempunyai nostalgia yang terlupakan dengan binatang yang dianggap jorse ini...hihihi.
Suatu pagi, Andro baru aja selesai mandi dah berpakaian rapi. Rencananya, dia mau diajak ibu belanja ke pasar tradisional di Blimbing. Senang bukan kepalang, ke pasar bagi Andro, berarti bisa menemukan jajanan yang aneh-aneh, yang tidak bisa ditemukan di warung sebelah. Selain itu di bisa leluasa memperhatikan mainan perahu 'thuk-thuk' yang tidak pernah bisa ia miliki... hiks...
Sedang enak-enaknya menunggu sang ibu yang sedang bersiap-siap juga, tiba-tiba Andro melihat seekor kecoak mengendap-endap keluar dari arah kamar mandi. Secepat kilat Andro mengejar kecoak itu, untuk menuntaskan nafsu membunuhnya. Dasar, agak kurang beruntung alih-alih bisa menginjak kecoak itu, Andro, bocah 5 tahun itu malah terpeleset menginjak kain pel basah.
"Gedubrak!" suara kaki-nya menerjang pintu kamar mandi.
Tentu saja ibunya kaget mendengar kegaduhan itu.
"Ada apa Andro?" Andro meringis menahan sakit di pantat-nya. Sementara si kecoak dengan senyum penuh kemenangan (eh... kecoak bisa senyum...? :p) sukses melarikan diri masuk kembali ke kamar mandi bersembunyi di lubang saluran air.
Andro, meradang dendam, diambilnya sapu untuk mengkorek-korek lubang saluran air itu. Semangat sekali.
"Astaga! Andro...? Apa yang kamu lakukan?" Ibunya yang sudah bersiap berangkat syok melihat tingkah laku Andro.
"Ayo, berangkat!" Ajak sang Ibu.
"Bentar Bu, kecoak ini sudah menjatuhkan aku" Andro terus saja berusaha mengkorek-korek lubang, padahal si kecoak makin tertawa terbahak, karena sudah keluar dari lubang melalui jalan lain.
"Ayolah, Andro... keburu siang" si Ibu mulai tak sabar.
"Ayo, nanti Ibu cari kan kecoak di pasar banyak" bujuk ibunya tersenyum. Mungkin si Ibu berpikir kalau nanti di pasar sudah bertemu dengan perahu 'thuk-thuk' Andro segera lupa.
"Benar ya Bu, asik!!!" kegirangan Andro, yang sebenarnya juga mulai "give up" sang kecoak tidak kunjung keluar.
Akhirnya berangkatlah ibu anak ke pasar Blimbing. Agak lega juga Andro, akan menuntaskan dendamnya di pasar nanti.
Sedang enak-enaknya menunggu sang ibu yang sedang bersiap-siap juga, tiba-tiba Andro melihat seekor kecoak mengendap-endap keluar dari arah kamar mandi. Secepat kilat Andro mengejar kecoak itu, untuk menuntaskan nafsu membunuhnya. Dasar, agak kurang beruntung alih-alih bisa menginjak kecoak itu, Andro, bocah 5 tahun itu malah terpeleset menginjak kain pel basah.
"Gedubrak!" suara kaki-nya menerjang pintu kamar mandi.
Tentu saja ibunya kaget mendengar kegaduhan itu.
"Ada apa Andro?" Andro meringis menahan sakit di pantat-nya. Sementara si kecoak dengan senyum penuh kemenangan (eh... kecoak bisa senyum...? :p) sukses melarikan diri masuk kembali ke kamar mandi bersembunyi di lubang saluran air.
Andro, meradang dendam, diambilnya sapu untuk mengkorek-korek lubang saluran air itu. Semangat sekali.
"Astaga! Andro...? Apa yang kamu lakukan?" Ibunya yang sudah bersiap berangkat syok melihat tingkah laku Andro.
"Ayo, berangkat!" Ajak sang Ibu.
"Bentar Bu, kecoak ini sudah menjatuhkan aku" Andro terus saja berusaha mengkorek-korek lubang, padahal si kecoak makin tertawa terbahak, karena sudah keluar dari lubang melalui jalan lain.
"Ayolah, Andro... keburu siang" si Ibu mulai tak sabar.
"Ayo, nanti Ibu cari kan kecoak di pasar banyak" bujuk ibunya tersenyum. Mungkin si Ibu berpikir kalau nanti di pasar sudah bertemu dengan perahu 'thuk-thuk' Andro segera lupa.
"Benar ya Bu, asik!!!" kegirangan Andro, yang sebenarnya juga mulai "give up" sang kecoak tidak kunjung keluar.
Akhirnya berangkatlah ibu anak ke pasar Blimbing. Agak lega juga Andro, akan menuntaskan dendamnya di pasar nanti.
(tobe continued)

No comments:
Post a Comment