Friday, November 19, 2010

KECOAK (2)

Sampai di pasar, di luar dugaan sang Ibu, Andro terus saja menanyakan di mana Kecoak yang dijanjikan. Sang Ibu tentu saja kebingungan.

"Mana ada sih orang yang berjualan kecoak" pikir Ibu penuh sesal, menjanjikan sesuatu yang tidak ada.


"Sebentar ya sayang, ibu selesaikan belanja dulu, nanti baru kita cari kecoaknya". Bujuk ibu penuh harap Andro segera melupakannya.


Andro masih belum puas dengan jawaban ibu, tapi dia tampak sudah sedikit tenang. Tidak seperti biasanya, kali ini Andro begitu serius wajahnya. Beberapa kali sang ibu menawarkan jajanan kesukaannya tetapi selalu ditolaknya. Bahkan kita mau dibelikan mainan perahu 'thuk-thuk" diluar dugaan sang ibu, itupun ditolaknya. Mungkin dalam pikiran Andro hanya kecoak dan kecoak yang telah membuatnya jatuh terjengkang.


Nah, selesai akhirnya Andro sedikit tersenyum melihat ibunya sudah selesai berbelanja.


"Ayo Bu, mana kecoaknya?" Ibu takjub, agak kebingungan.


"Ah, anak ini kok masih ingat ya". Sambil memutar otak mau diganti apa kecoak itu.


"Andro, bagaimana kalau kecoaknya diganti Jangkerik aja?" tawar ibunya.


"Gak mau!"


"Andro hanya mau kecoak" Andro mulai mencium gelagat kurang bagus.


"Tapi tidak ada kan yang jual kecoak" Ibu mulai kebingungan.


"Tapi, ibu udah janji mau mencarikan kecoak di pasar". Andro mulai ngambek.


Ibu makin bingung, mau bertanya kepada pedagang yang ada kok malu ya.


Ditengah kebingungan itu, ternyata ada salah satu pedagang langganan ibu yang memperhatikan.


"Lho Jeng, kenapa ini kok Andro-nya ngambek begitu" sapa teman ibu itu.


"Hayo, kenapa? Ini bibi punya kue kesukaanmu?"


Yang ditawari cuman diam saja mematung. Tangan digantungkan memegang kerah baju. Begitulah gaya Andro kalau sedang marah.


Ibu malu-malu, sambil setengah berbisik bercerita kalau Andro pengen mencari kecoak.


Teman ibu terpekik perlahan, menahan geli. Tetapi sejurus kemudian tak disangka.


"Oalah! Andro pengen kecoak?" sambil memegang pundak Andro.


"Sini, bibi punya banyak" sambil membimbing Andro berjalan menuju toko-nya. Andro tersenyum tak percaya.


Ternyata, bibi teman ibu itu mempunyai jebakan untuk menangkap kecoak. Sebuah botol bekas kecap, dengan sedikit diisi kecap, dan diletakkan di tempat di mana biasa ada kecoak. Akibatnya kecoak yang tertarik oleh aroma kecap, akan masuk ke dalam botol. Namun karena mulut botol kecil dan dalam posisi vertikal, maka sang kecoak kesulitan untuk keluar dari mulut botol.


Akhirnya, Andro bisa tersenyum gembira membawa kecoak yang dimasukkan ke dalam plastik bening. Entah jumlah kecoak itu ada berapa, mungkin sekitar 10 ekor. ditenteng dengan riang gembira.


Akibatnya, tiap orang yang berpapasan dengan Andro melihat dengan penuh keheranan, dalam hati bertanya itu kecoak apa Jangkerik ya…?


Sang ibu dengan agak malu-malu menjawab kecoak, sontak sang penanya langsunk syok di tempat.


Sampai di rumah…. Apa yang terjadi ya…. tiiiiiiiiittt…. Sensor! Adegan berikutnya apa yang dilakukan Andro terhadap kecoak-kecoak itu. :))))

Key word:
"Jangan pernah menjanjikan apapun pada Andro, bila belum pasti bisa memenuhinya" :))))

No comments: