Thursday, December 30, 2010

(AFF CUP) --Usai--

Usai sudah gelaran piala AFF, mencapai klimaks dengan hasil Indonesia GAGAL LAGI meraih yang TERBAIK.  Tetangga kita dengan low profile dan elegant melenggang memboyong Piala AFF sebagai Jawara terbaik se Asia Tenggara.

Demikianlah, Indonesia mesti sabar dan mencoba lagi tahun depan.  Memang sesuangguh SANG JUARA tidak dilahirkan dengan cara instant, naturalisasi.  SANG JUARA tidak pula dihasilkan dari hasil statistik sesasaat, tidak pula dihasilkan dari opini dan pendapat dari komentator atau pula politikus yang tiba-tiba 'gila' bola.

SANG JUARA lahir dari proses yang panjang, pembinaan yang berkesinambungan, kompetisi yang sehat, pembinaan mental juara yang baik.  Akhirnya... saatnya membumi... merangkak kembali dari bawah, menata lagi langkah demi langkah untu menjadi SANG JUARA.

--Parangtritis--








Tuesday, December 28, 2010

(AFF Cup) --Menyongsong Decision Day 29th/12/2010--

Team Nas Indonesia bakalan menjalani laga leg ke-2 final piala AFF, 29/12/2010.  Dengan agregat sementara 0-3, ini bukan pekerjaan yang mudah bagi team Nas untuk membalik keadaan, meskipun di laga penyisihan grup Indonesia berhasil mengalahkan 5-1. 

Bagi Malaysia yang sedang di atas angin, pasti akan memperkuat pertahanan sambil sesekali melakukan serangan balik jika ada kesempatan.  Mungkinkah? Team Nas bisa menciptakan minimal 3 gol ?  Ada kemungkinan tapi kecil.  Team Nas akan menghadapi tekanan yang berlipat-lipat. Pertama dari beban harus membuat 3 gol, kedua dukungan dari suporter yang mungkin bisa menjadi bumerang menjadi beban.

So what?  Mental bermain yang harus dibenahi, bermain seperti biasa, enjoy the game.  Bermain sebaik mungkin, kejar kemanapun bola bergulir, tidak memberi kesempatan lawan memainkan bola.  Bila itu bisa dilakukan, gol akan datang dengan sendiri-nya.  Good Luck Team Nas, Selamat Berjuang... Kalah atau Menang... I stand by you....

Monday, December 27, 2010

(AFF Cup) --Garuda Terjerembab--

Menyaksikan laga final 1 piala AFF, sungguh ironis sekali.  Team Indonesia yang pada pertemuan pertama begitu perkasa melumat Malaysia 5-1, kini harus menyerah 0-3.  Ada yang salah?

Tentu saja, ada yang tidak beres. Dalam kacamata awam saya.  Baik saat team nas mengalahkan Malaysia maupun saat dikalahkan, pada awal sebelum terjadinya gol, kedua team bermain imbang sama kuat.  Kalau boleh jujur, team Malaysia lebih mempunyai ketenangan di banding team kita.  Apa yang menjadi titik balik dari kondisi itu.  Nyaris sama, yaitu human error.  Malaysia, hancur setelah gol balasan Indonesia yang dihasilkan oleh gol bunuh diri pemain belakangnya.  Pun Indonesia, terjerambab setelah pemain belakangnya melakukan kesalahan dengan tidak segera membuang bola pada saat kritis.

So, ini secara psikologis menjadi beban lebih daripada gol yang tercipta karena gol itu adalah hasil permainan lawan yang sangat bagus, sehingga sulit sekali dihindari.  Juga terpecahnya konsetrasi pemain Indonesia karena harus memprotes faktor non-teknis (gangguan laser).  Itu semua berandil dalam melemahkan mental bertanding seluruh team.

Sayang sekali, teknis sebaik apapun tanpa mental yang kuat akan tidak berarti, so please teamnas, secara teknis tidak ada kalah dengan Malaysia.  Yakinkan kita mampu, tidak berpikir tentang kemenangan. Berpikirlah bermain sebaik-baiknya dan bikin gol sebanyak-banyaknya.  Otomatis kemenangan akan kita raih.   Terbanglah lagi Garudaku.   Oh ya, pakai jerzy merah lebih keren.

Thursday, December 23, 2010

B2W Salah Satu Solusi

Menyusuri kemacetan, berkelit diantara belukar kendaraan, menyalib kendaraat yang maceut berderet sambung menyambung, dan horeee... sampai kantor lebih cepat.  Sungguh suatu kepuasan yang tak terkira.  Meski dengan begitu harus sedikit bersusah payah mengayuh laju sepeda, berbaur dengan debu, asap, dan panas.

Bersama C007 (baca: si-O-O-Seven) yang setia menemani ber-bike to work setiap pagi, ada irama tersendiri.  Jika bersama si hijau memerlukan waktu minimal 30 menit, bersama C007 bisa 15 menit sampai kantor.  Namun begitu ber-B2W bukannya tanpa resiko, untuk itu biar perjalanan aman dan menyenangkan, berikut tip-tip, berdasarkan pengalaman:

SEBELUM BERANGKAT:
  1. Persiapankan sepeda sebaik mungkin, tekanan ban, kondisi rem, pedal, semua harus siap pakai.
  2. Pakaian; jika memungkinkan pakai pakaian khusus untuk bersepeda.  Jika tidak memungkinkan langsung memakai pakaian kerja, perhatikan ujung celana agar dirapikan, bila perlu diikat agar tidak melambai-lambai dan bisa terjepit diantara rantai dan gear depan.
  3. Barang bawaan, usahakan dibawa dalam back pack agar tidak mengganggu dalam bersepeda.  Perhatikan tali-tali tas, yakinkan tidak ada yang menjulur terlalu panjang, resiko tersangkut yang bisa membahayakan.
  4. Pakailah alat pengaman selama bersepeda, helm (kalo ribet pakai topi aja), kacamata (wajib, jalanan kadang berdebu yang bisa masuk ke mata), glove (sarung tangan).
  5. Nah, anda sudah siap berangkat sekarang.
Di JALAN:
  1. Berjalanlah di sebelah kiri, lurus, hindari gerakan zig-zag (apalagi tiba-tiba), karena akan menyulitkan/mengganggu kendaraan di belakang anda yang akan mendahului.
  2. Pergunakan isyarat tangan jika akan berbelok atau memotong jalan.  Pastikan masih berada pada jarak yang aman dengan kendaraan lain saat berbelok atau memotong jalan.
  3. Meskipun bukan kendaraan bermotor, tetap patuhi rambu-rambu lalu lintas d jalan.
SAMPAI DI TEMPAT TUJUAN
  1. Parkir di tempat yang telah disediakan, kunci dengan mengaitkan pada tiang atau sesuatu yang tidak bisa dipindah.  Hal ini untuk menghindarkan tangan-tangan iseng yang bermaksud memindahkan sepeda anda.
Cukup mudah... Selamat ber-gowes-gowes.

Wednesday, December 22, 2010

Rajawali Melambung

Derai tawa mulai mengalir jernih, Raja girang untuk pertama kali mendengar Pelangi tertawa, walau masih tertahan. Salju perlahan mencair. Rajawali tidak mengerti mengapa dia begitu nyaman berbicara dengan Pelangi, meski hanya dia yang selalu bercerita, sesekali melontarkan pertanyaan yang tentu saja hanya dijawab seperlunya oleh Pelangi. Dan untuk kesekian kali nya Raja menelepon Pelangi, ada nada riang di seberang, mulai ada tawa. Raja berbunga.

Memang sejak Raja kembali ke Jakarta dan Pelangi kembali ke kota hujan, Raja mulai rutin menelepon. Ada keasyikan tersendiri saat bersamanya. Tentu saja Bang Ocup penjaga wartel di dekat kost Raja, menjadi senang tiap kali Raja berkunjung. Bagaimana tidak, tiap kali menelpon, minmal 30 menit. Sampai suatu malam Bang Ocup berbaik hati menawarkan kopi segala saat Raja sedang asik mengobrol.

Semilir angin Sabtu sore itu, sejuk tak biasa, di tengah panasnya rimba Jakarta. Raja duduk santai di jendela kamar kostnya yang menghadap ke Jalan Pinang. Kamarnya yang di lantai 2 menambah nyaman. Tak biasa akhir minggu ini dia di rumah saja. Semakin tak biasa melihat kamarnya yang mulai bersih, sebagian barang-barangnya terpacking rapi, siap dikirim.

Dua minggu yang lalu Raja menerima kabar kalau dia diterima di salah satu perusahaan di Jawa Timur. Baginya 1 minggu cukup untuk menimbang dan memutuskan kembali saja ke Timur, mendekati kampung halaman. Walau dengan begitu dia harus meninggalkan gemerlap kota yang sejak kuliah dulu dicita-citakan. 'Huft, andai aku muda terus pasti aku lebih memilih di sini' ah andai saja… Raja memutus angan tak hendak melanjutkan angannya. Ada sedikit rasa sesal. Tanpa diduga Raja mempunyai kesempatan kembali ke Malang, padahal belum lama berselang jalinan cintanya dengan Rembulan Malam baru saja berakhir, kekasih yang sejak lama mengisi ruang hampanya, hanya karena jarak memisahkan. Kini saat jarak bukan menjadi kendala, semua sudah berakhir. Akankah kembali?

"P.e.l.a.n.g.i S.e.n.j.a" Raja kembali mengeja nama itu.
Nama itu menggugurkan niatnya untuk memperbaiki hubungan yang menjelang karam dengan mBulan. Sejak mengenalnya pikirannya berubah, membiarkan biduk yang sudah retak perlahan karam.

Saat di Malang, tidak sekalipun ia berusaha menemuinya. Sialnya, suatu saat Raja sedang di kantor pos, habis mengirim preparat zat kimia untuk Pelangi Senja. Kebetulan dia kesulitan mencari di Bogor. My God! Malang sempit banget, tiba-tiba mBulan juga sedang ada di warnet. Ups! jadi kaku banget benar-benar rasanya pengen menghilang di telan bumi aja.

Membingkai hari, harapan mulai melambung. Raja mulai menenun harapan, semakin tinggi. Sungguh tidak bisa dimengerti, pertemuan singkat itu benar-benar telah merubah hidupnya.  Mengalun kembali Richard Sanderson, Reality di hatinya.

Met you by surprise
I didn't realize
That my life would change forever
Saw you standing there
I didn't know I'd care
There was something
special in the air


2be continued...

Friday, December 17, 2010

MY TELETUBIS BIRTHDAY

Pada suatu hari, Lala dan Po sedang menunggu kue ulang tahun

Di mana kue ulang tahunnya ya...?

Po, menunggu sampai capai deee... Hari ini Po genap berusia 1 tahun.

Lala, menghibur Po, "Sabar ya Po, sebentar lagi, kue ulang tahunnya pasti datang."

"Horee...horeee.."  Akhirnya, kue ulang tahunnya datang juga....
--SELAMAT ULANG TAHUN, PO--
13/05/06 - 13/05/07

Wednesday, December 8, 2010

Awal Dering Membeku

Melayang, itulah yang ia rasakan. Sepanjang jalan tak henti memandang sesuatu yang diberikan 'Pelangi Senja' kepadanya. Walau hanya sebuah kartu nama. Itu adalah bekal berharga untuk melanjutkan pertemuan tak sengaja itu. Semula ia sangat khawatir apabila moment pertemuan yang sangat berharga itu akan berakhir begitu saja. Waktunya begitu singkat. Kekhawatiran itu terucap begitu saja.
"Bagaimana ya setelah ini kita bisa bertemu?" gumam Rajawali.
Entah kekuatan dari mana yang menggerakkan, Rajawali pun tidak menduga reaksi seperti itu. 'Pelangi Senja' membuka tas-nya dan memberikan selembar kartu nama. Ada nama 'Pelangi Senja', tertulis manis di sana.

Kini kartu nama itu sudah berada di tangannya. Rajawali sudah berjanji untuk menelponnya saat sampai di Malang nanti. Tak jemu-jemu dia pandangi, entah sudah berapa puluh kali di baca nama yang tertera di situ "Pelangi Senja". Inilah saatnya… Ringan Rajawali menuju pesawat telepon di sudut ruang keluarga. Sejenak, memikirkan apa hendak di kata jika sudah tersambung.
"Halo" suara seseorang di seberang sana.
"Selamat pagi, saya Raja. Bisa berbicara dengan Pelangi Senja?" Rajawali mantap membuka pembicaraan.
Hening beberapa saat, Raja menunggu agak cemas. Bayangan Pelangi Senja timbul tenggelam di angannya.
"Assalamualaikum" lembut suara di seberang, bagai irama syahdu dari dawai-dawai harpa.
Terpana sang Raja, gugup tak beralasan menguasai.
"Wa'alaikum salam"
"Pelangi, ini Raja, masih ingat?" mulai tenang menghangat. Kapiler darah mulai menghangat teraliri syahdu dawai harpa.
"Masih" datar Pelangi Senja di seberang. Raja mulai salah tingkah, berusaha mencairkan beku. Ternyata dia masih bertahta di kutub utara. Ada tirai pembatas di antara meraka. Namun bukan Rajawali jika patah semangat dalam satu sandungan pertama. Masih tersungging senyum, dan kilat mata elang, dia akan terus melaju, mengejar.

-Bersambung-

Tuesday, December 7, 2010

The Masacre

to sustain life
at the sacrifice of other parties
others has to be defeated
for the others to stay alive

there lived the rest of life...
maintaining the life of another...
Can life continue without sacrificing the life of another?
what if there are other creatures that depend on our lives?
and our bodies which are located on the dishes?
Scattered Bones

Lying Skull

Scattered Pieces of Flesh Meat

The Masacre Field

Saturday, November 27, 2010

Wednesday, November 24, 2010

Mari Turun ke Bawah

...Beberapa tahun terakhir ini, begitu sering terdengar berita kisruh saat pembagian sedekah atau sesuatu yang sifatnya gratis.  Bahkan tak ada kekacauan tersebut yang sampai menimbulkan korban jiwa.  Terakhir, kekacauan pula yang terjadi pada pembagian daging qurban di masjid istiqlal jakarta.

Hm, ternyata kaum duafa di negeri ini masih begitu banyak... atau makin bertambah banyak...?
Padahal juga orang kaya di negeri ini yang wajib dan seharusnya berqurban juga bertambah banyak... Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena duluuuu... Juga jarang terdengar ada kekisruhan saat pembagian sedekah semacam itu.

Atau, sudah menurunnya nilai-nilai kesabaran & toleransi... meningkatnya kekhawatiran... Sehingga para penerima sedekah itu sudah tidak bisa lagi tertib antri... sehingga saling berebut yang pada akhirnya jatuhlah korban...  Para manula yang kalah bersaing hingga harus pulang dengan tangan hampa, meski sudah menunggu ber-jam-jam... hm...

Mesti harus ada yang berubah....
Tidakkah sebaiknya tidak ada lagi pemberian semacam itu....
Tapi pembagian... panitia membagikan dari rumah ke rumah, dari penampungan ke penampunagan, dari panti ke panti...
Bukan itu menjadi lebih terhormat bagi penerima maupun pemberi... ada kesetaraan di situ....
dan tak akan ada lagi... kekacauan, saling berebut.... Tak akan ada lagi jatuh korban...

Friday, November 19, 2010

--EMPTY-

A space without anything, silent, empty...
What do you feel when you are alone without anyone surround you? no voice, only your heart beat and sound of your breathing.... Here is the emptyness.......

A Pier at Lombok

Waiting Room Soekarno - Hatta Airport, Jakarta
 
Gubeng Station, Surabaya
SOETA Airport


--TOP VIEWS--


 from 21th floor Alila Hotel Jakarta

from 21th floor Alila Hotel Jakarta



 from 21th floor Alila Hotel Jakarta



Surabaya, from Trigana Air
From the 16th floor Novotel Bandung
Weary




KECOAK (2)

Sampai di pasar, di luar dugaan sang Ibu, Andro terus saja menanyakan di mana Kecoak yang dijanjikan. Sang Ibu tentu saja kebingungan.

"Mana ada sih orang yang berjualan kecoak" pikir Ibu penuh sesal, menjanjikan sesuatu yang tidak ada.


"Sebentar ya sayang, ibu selesaikan belanja dulu, nanti baru kita cari kecoaknya". Bujuk ibu penuh harap Andro segera melupakannya.


Andro masih belum puas dengan jawaban ibu, tapi dia tampak sudah sedikit tenang. Tidak seperti biasanya, kali ini Andro begitu serius wajahnya. Beberapa kali sang ibu menawarkan jajanan kesukaannya tetapi selalu ditolaknya. Bahkan kita mau dibelikan mainan perahu 'thuk-thuk" diluar dugaan sang ibu, itupun ditolaknya. Mungkin dalam pikiran Andro hanya kecoak dan kecoak yang telah membuatnya jatuh terjengkang.


Nah, selesai akhirnya Andro sedikit tersenyum melihat ibunya sudah selesai berbelanja.


"Ayo Bu, mana kecoaknya?" Ibu takjub, agak kebingungan.


"Ah, anak ini kok masih ingat ya". Sambil memutar otak mau diganti apa kecoak itu.


"Andro, bagaimana kalau kecoaknya diganti Jangkerik aja?" tawar ibunya.


"Gak mau!"


"Andro hanya mau kecoak" Andro mulai mencium gelagat kurang bagus.


"Tapi tidak ada kan yang jual kecoak" Ibu mulai kebingungan.


"Tapi, ibu udah janji mau mencarikan kecoak di pasar". Andro mulai ngambek.


Ibu makin bingung, mau bertanya kepada pedagang yang ada kok malu ya.


Ditengah kebingungan itu, ternyata ada salah satu pedagang langganan ibu yang memperhatikan.


"Lho Jeng, kenapa ini kok Andro-nya ngambek begitu" sapa teman ibu itu.


"Hayo, kenapa? Ini bibi punya kue kesukaanmu?"


Yang ditawari cuman diam saja mematung. Tangan digantungkan memegang kerah baju. Begitulah gaya Andro kalau sedang marah.


Ibu malu-malu, sambil setengah berbisik bercerita kalau Andro pengen mencari kecoak.


Teman ibu terpekik perlahan, menahan geli. Tetapi sejurus kemudian tak disangka.


"Oalah! Andro pengen kecoak?" sambil memegang pundak Andro.


"Sini, bibi punya banyak" sambil membimbing Andro berjalan menuju toko-nya. Andro tersenyum tak percaya.


Ternyata, bibi teman ibu itu mempunyai jebakan untuk menangkap kecoak. Sebuah botol bekas kecap, dengan sedikit diisi kecap, dan diletakkan di tempat di mana biasa ada kecoak. Akibatnya kecoak yang tertarik oleh aroma kecap, akan masuk ke dalam botol. Namun karena mulut botol kecil dan dalam posisi vertikal, maka sang kecoak kesulitan untuk keluar dari mulut botol.


Akhirnya, Andro bisa tersenyum gembira membawa kecoak yang dimasukkan ke dalam plastik bening. Entah jumlah kecoak itu ada berapa, mungkin sekitar 10 ekor. ditenteng dengan riang gembira.


Akibatnya, tiap orang yang berpapasan dengan Andro melihat dengan penuh keheranan, dalam hati bertanya itu kecoak apa Jangkerik ya…?


Sang ibu dengan agak malu-malu menjawab kecoak, sontak sang penanya langsunk syok di tempat.


Sampai di rumah…. Apa yang terjadi ya…. tiiiiiiiiittt…. Sensor! Adegan berikutnya apa yang dilakukan Andro terhadap kecoak-kecoak itu. :))))

Key word:
"Jangan pernah menjanjikan apapun pada Andro, bila belum pasti bisa memenuhinya" :))))

Wednesday, November 17, 2010

KECOAK (1)

Semua orang pasti dah tahu dengan 'animal' satu ini. K.e.c.o.a.k.  Salah satu jenis serangga yang dianggap sebagian besar orang sangat menjijikan. Kecoak juga dikenal mempunyai lebih dari satu nyawa, percaya nggak? Walaupun serangga ini kepalanya sudah terpotong, tetapi tetap saja dia masih bisa bergerak.  Penasaran? coba aja...:)
Kata orang yang ahli di bidang per'kecoak'an, itu disebabkan karena kecoak emang gak punya otak sebagai pusat syarafnya.  Nah, sebagai gantinya, dia mempunyai susunan syaraf tangga tali, yang terangkai di sepanjang tubuhnya.  Nah, mulai ketahuan kan, kenapa kecoak bisa hidup tanpa kepala.
Nah apa hubungannya kecoak ama Andro? Hehehe... Rupanya dia mempunyai nostalgia yang terlupakan dengan binatang yang dianggap jorse ini...hihihi.

Suatu pagi, Andro baru aja selesai mandi dah berpakaian rapi.  Rencananya, dia mau diajak ibu belanja ke pasar tradisional di Blimbing.  Senang bukan kepalang, ke pasar bagi Andro, berarti bisa menemukan jajanan yang aneh-aneh, yang tidak bisa ditemukan di warung sebelah.  Selain itu di bisa leluasa memperhatikan mainan perahu 'thuk-thuk' yang tidak pernah bisa ia miliki... hiks...

Sedang enak-enaknya menunggu sang ibu yang sedang bersiap-siap juga, tiba-tiba Andro melihat seekor kecoak mengendap-endap keluar dari arah kamar mandi.  Secepat kilat Andro mengejar kecoak itu, untuk menuntaskan nafsu membunuhnya.  Dasar, agak kurang beruntung alih-alih bisa menginjak kecoak itu, Andro, bocah 5 tahun itu malah terpeleset menginjak kain pel basah.

"Gedubrak!" suara kaki-nya menerjang pintu kamar mandi.
Tentu saja ibunya kaget mendengar kegaduhan itu.
"Ada apa Andro?"  Andro meringis menahan sakit di pantat-nya.  Sementara si kecoak dengan senyum penuh kemenangan (eh... kecoak bisa senyum...? :p) sukses melarikan diri masuk kembali ke kamar mandi bersembunyi di lubang saluran air.

Andro, meradang dendam, diambilnya sapu untuk mengkorek-korek lubang saluran air itu.  Semangat sekali.

"Astaga! Andro...? Apa yang kamu lakukan?"  Ibunya yang sudah bersiap berangkat syok melihat tingkah laku Andro.
"Ayo, berangkat!" Ajak sang Ibu.
"Bentar Bu, kecoak ini sudah menjatuhkan aku" Andro terus saja berusaha mengkorek-korek lubang, padahal si kecoak makin tertawa terbahak, karena sudah keluar dari lubang melalui jalan lain.
"Ayolah, Andro... keburu siang" si Ibu mulai tak sabar.
"Ayo, nanti Ibu cari kan kecoak di pasar banyak" bujuk ibunya tersenyum.  Mungkin si Ibu berpikir kalau nanti di pasar sudah bertemu dengan perahu 'thuk-thuk' Andro segera lupa.
"Benar ya Bu, asik!!!" kegirangan Andro, yang sebenarnya juga mulai "give up" sang kecoak tidak kunjung keluar.
Akhirnya berangkatlah ibu anak ke pasar Blimbing.  Agak lega juga Andro, akan menuntaskan dendamnya di pasar nanti.


(tobe continued)

Monday, November 15, 2010

Adakah Suatu Kebetulan?

Kawan, mungkin kita pernah mengalami apa yang biasa disebut orang, suatu kebetulan…  Suatu kejadian yang sama sekali tidak kita perkirakan akan terjadi, namun terjadi.  Ada kalanya juga bahkan kita tidak pernah memikirkan hal tersebut, namun terjadi di luar angan kita.  Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Kita tidak pernah menyangka apa yang terjadi di depan kita…
Suatu saat kita ingin sekali bertemu dengan seseorang, hingga keinginan tersebut mengendap di bawah alam sadar kita, terbawa kemana pun kita berada. Tetapi entah karena berbagai sebab kita tidak bisa melakukan pertemuan itu. Mungkinkah keinginan terpendam tersebut berubah menjadi semacam gelombang electromagnetis yang memancar dan berpendar. Semakin kuat keinginan itu, semakin kuat pula pancaran gelombang dan semakin jauh radius jangkauannya. Sehingga tanpa di sadari gelombang tersebut mencapai titik di mana seseorang yang kita inginkan bertemu berada.

Pertemuan sinyal tersebut merasuk ke dalam benaknya, memasuki ruang bawah sadar. Menciptakan daya tarik menarik. Keduanya kemudian bergerak dalam ritme yang sama, dalam jarak yang tetap. Hingga akhirnya kekuatan tarik-menarik menjadi semakin kuat, dan jarak semakin mendekat. Ada kalanya apa yang mereka lakukan menjadi seiring, seirama. Benarkah?

Semesta bagaikan lautan, di mana jika pada suatu sisi bergejolak, maka gejolak itu akan diteruskan ke sisi yang lain. Sejauh mana gejolak itu merambat, tentu bergantung pada besar kecilnya kekuatan gejolak tersebut.  Bisakah hal ini disamakan dengan alam semesta ini?  Daya pikir merupakan suatu bentuk energi, dimana jika sedang bekerja akan terpancar sebuah gelombang energi yang merambat persis seperti jika kita melempar batu pada air yang tenang.  Air akan memendar membentuk gelombang yang terpancar melingkar dalam radius yang semakin besar tergantung dari kekuatan gelombang tersebut.

Nah, begitulah jadi apakah segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak terjadi begitu saja? Tapi merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain???

Sunday, November 14, 2010

Exploring the Exotic Lombok Island (3)

GILI TRAWANGAN
"Gili" has a meaning island.  Lombok has 3 islands nearest, they are Gili Trawangan, Gili Meno, and Gili Air. 
Gili Trawangan is the largest of three islands (Gili Islands), located on the northwest of Lombok. Trawangan is also the only island which has significant height above sea level, with a length of 3 km and 2 km wide, Trawangan population of about 800 inhabitants. Among the three islands, Trawangan has the facilities for tourists of the most diverse.
On this explore, we only had an opportunity to visited Gili Trawangan.

How to achieve this island? People usualy use motorize boat or speed boat.
The interested thing that you can find at this place, there are no motorized vehicles. Common means of transportation are bicycles (rented by local people for the tourists) and "Cidomo", simple horse-drawn carriage which are common as  well in Lombok.

Popular activities conducted in Trawangan tourists are scuba diving, snorkeling (on the northeast coast), kayaking, and surfing. There are also several places where the tourists can learn to ride around the island.

So, let's enjoy this place:

Gili Trawangan & Gili Meno from the sky

Gili Trawangan in a distance

Price List from Lombok Barat Port to Gili
 
Porth Motorize Boat at Lombok

Boat crew who drove into Gili Trawangan

Speeding boat

Welcome to Gili Trawangan


"Cidomo"

Wow, there is a Mosque in this Gili

End of journey, back to the reality

--END--



Exploring the Exotic Lombok Island (2)

DAY 2
Morning Senggigi Beach.
The breaking waves along the coast was creating a rhythm that took me on a different atmosphere.  It combined with a burst of sun rise between the leaves.
I walked, felt the sand and waves searching further and enjoy this morning...

The line of waves with violet of eastern horizon

breaking waves as along the coast

leaved the white sands

I wrote the sign that I have been here, and let the waves swept out the sign

Looked at me at the mirror, reflect the beautifulness of nature