Tuesday, June 2, 2009

ARUNG JERAM (1)

MENUJU LIUKAN JERAM PEKALEN
Pukul 04.00, matahari masih belum beranjak dari peraduan, ketika 'si hijau' mulai merayap perlahan beranjak meninggalkan Surabaya. Udara dingin basah sisa hujan semalam, membuat kami agak menggigil ditambah AC si hijau. Probolinggo, itulah tujuan petualangan kali ini, tepatnya di sungai Pekalen, kami akan mencoba bagaimana nikmatnya berayun dan bermain bersama jeram-jeram di jalur arung jeram Songa atas.

Jalanan yang masih sepi, membuat kami melaju dengan lancar tanpa hambatan. Lepas dari Grati kami bertemu dengan rombongan dari Malang. Segera kami beriringan menuju base camp Songa atas, untuk bertemu dengan rombongan pertama yang sudah berangkat sejak Jumat Malam.

Santai sejenak, bertemu dengan rombongan dari Malang

Tepat setelah melewati jembatan sungai Gending yang berjarak 10 km dari kota Probolinggo, kami keluar dari jalur utama, belok ke kanan menuju Songa Atas, yang masih berjarak sekitar 13 km. Kali ini kami tidak bisa melaju kencang, karena harus melalui jalan pedesaan yg sempit, hanya cukup untuk 2 mobil berpapasan. Tepat pukul 07.45 kami sampai di Base Camp Songa atas. Dan tak berapa lama kemudian, rombongan pertama tiba dari base camp Songa Bawah. Lengkaplah kami 14 orang memulai petualangan arung jeram di Sungai Pekalen ini.


Base Camp Songa Atas

Si Hijau terparkir manis, dengan latar belakang Pick Up yang akan membawa ke titik start


Setelah dibekali dengan perlengkapan rafting; helm, life jacket, dan dayung, kami pun berangkat menuju tempat start. Perjalanan menjadi pengalaman yang cukup unik, karena kami harus naik pick up dengan bak terbuka, melalui jalan-jalan setapak yang konturnya berkelok-kelok, naik dan turun cukup curam. Sempat terpikir, bagaimana kalo pick up ini bermasalah mogok saat di tengah-tengah tanjakan. Segera saya tepiskan bayangan itu sembari melibatkan dalam canda bersama teman-teman yang lain.

Setelah terguncang-guncang di atas pick up sepanjang 1.5 km, kami pun tiba di pemberhentian, jalan sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Kamipun melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki, melalui jalan setapak yang tak kalah menantangnya, berkelok dan menurun curam menuju tepi sungai, start pemberangkatan. Dayung yang kami bawa ternyata cukup berguna juga untuk meniti turunan-turunan terjal. 700 m kemudian, akhirnya sampailah kita di tepi sungai tempat perahu-perahu karet bersandar, yang siap membawa kita dalam alunan jeram yang cukup menantang... Ready to rumble.....!!! Ah, sudah tak sabar aku.

bersambung...

0ooo0

No comments: