Pagi cerah, kembali si Hijau meluncur riang melewati sepanjang boulevard meninggalkan Pondok Chandra. Sedikit terhambat di traffict line ’Giant’, dan semakin terhambat menjelang jembatan Rungkut Menanggal, dan macet....
”Ada apa gerangan... kok banyak juga orang-orang yang kelihatannya sedang melihat sesuatu...” Si Hijau bergumam tak senang.
”Ups! benar ada kecelakaan” si Hijau memekik tertahan.
Sesosok manusia telah terbujur kaku ditutup kain...
”Di jalan sesempit dan seramai ini, masih ada juga orang yang berjibaku dan akhirnya berujung pada kematian yang sia-sia”. Si Hijau tak habis pikir.
Si Hijau meluncur lagi tersendat, lepas hilang sudah gundah, kembali ceria penuh semangat.
Akhirnya sampai juga di Rungkut Raya.... hah... lega... lancar kali ini. Dia meliuk meluncur seakan tak sabar menuju Jemursari.... Ya, dia hari akan masuk ke spa... ”hehehe” tertawa sendiri.
Sudah 75838 km, saatnya memanjakan diri, merawat diri rutin di perawatan 75000 km, ”hiks telat”. Keluh. Tapi tidak apa-apa... Huh, kebayang relaksasi bersama om-om mekanik.
”Huh, kenapa sih jarang ada mekanik wanita?” Sebal Si Hijau.
Perawatan apa ya? Hm, sepertinya padangan mataku ini yang nanti perlu diset agak tinggi, abis tiap kali pulang malam pandangan jadi agak terbatas, jadi takut-takut melaju 110 km/jam di tol. Oh ya, wiper sudah keras karetnya perlu ganti juga... Oli, dah pastilah.... horn ya...ya... kadang suka ngadat... hehehe... Jadi susah menyapa teman-teman di jalan, apalagi yang suka meleng hobby menghalangi jalan...
Ah, nikmatnya, setelah hampir 4 tahun menyusuri berbagai jalan di pulau Jawa, dari Probolinggo sampai Bandung sudah pernah dijajaki... Ada satu keinginan nih dalam waktu dekat ini, menyeberang lautan, entah ke Bali atau ke Madura... Kapan ya...
Tak terasa, sudah sampai di Spa... Santai dulu ya..... ;)
”Ada apa gerangan... kok banyak juga orang-orang yang kelihatannya sedang melihat sesuatu...” Si Hijau bergumam tak senang.
”Ups! benar ada kecelakaan” si Hijau memekik tertahan.
Sesosok manusia telah terbujur kaku ditutup kain...
”Di jalan sesempit dan seramai ini, masih ada juga orang yang berjibaku dan akhirnya berujung pada kematian yang sia-sia”. Si Hijau tak habis pikir.
Si Hijau meluncur lagi tersendat, lepas hilang sudah gundah, kembali ceria penuh semangat.
Akhirnya sampai juga di Rungkut Raya.... hah... lega... lancar kali ini. Dia meliuk meluncur seakan tak sabar menuju Jemursari.... Ya, dia hari akan masuk ke spa... ”hehehe” tertawa sendiri.
Sudah 75838 km, saatnya memanjakan diri, merawat diri rutin di perawatan 75000 km, ”hiks telat”. Keluh. Tapi tidak apa-apa... Huh, kebayang relaksasi bersama om-om mekanik.
”Huh, kenapa sih jarang ada mekanik wanita?” Sebal Si Hijau.
Perawatan apa ya? Hm, sepertinya padangan mataku ini yang nanti perlu diset agak tinggi, abis tiap kali pulang malam pandangan jadi agak terbatas, jadi takut-takut melaju 110 km/jam di tol. Oh ya, wiper sudah keras karetnya perlu ganti juga... Oli, dah pastilah.... horn ya...ya... kadang suka ngadat... hehehe... Jadi susah menyapa teman-teman di jalan, apalagi yang suka meleng hobby menghalangi jalan...
Ah, nikmatnya, setelah hampir 4 tahun menyusuri berbagai jalan di pulau Jawa, dari Probolinggo sampai Bandung sudah pernah dijajaki... Ada satu keinginan nih dalam waktu dekat ini, menyeberang lautan, entah ke Bali atau ke Madura... Kapan ya...
Tak terasa, sudah sampai di Spa... Santai dulu ya..... ;)

No comments:
Post a Comment